Sentimen Pasar Sedang Negatif, Rupiah Ditutup Turun
- 08 Okt 2025 22:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pelemahan nilai tukar rupiah hari ini, berlanjut hingga penutupan perdagangan. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,07 persen atau 12 poin menjadi Rp16.573 per dolar AS.
Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen pasar sedang negatif. Kondisi itu dipicu oleh pernyataan Bank Indonesia yang menyebut tidak pernah menjual emas batangan seberat 11 ton.
“Karena data penjualan cadangan emas IMF menunjukkan bahwa cadangan emas BI berkurang 11 ton pada bulan Juli. Hal ini mengindikasikan ada ketidaktransparan terkait penjualan emas tersebut,” kata Ibrahim, Rabu (8/10/2025).
Baca Juga:
Rupiah Berbalik Melemah ke Level Rp16.605/Dolar AS
IHSG Anjlok di Sesi Pertama Perdagangan Hari ini
Selain itu, sejumlah organisasi internasional merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi di bawah 5 persen. Organisasi tersebut antara lain Bank Dunia, IMF, OECD dan Japan Credit Rating Agency.
Sementara itu, pemerintah Indonesia memperkirakan target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5 persen. Tapi sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perlambatan.
Produksi industri kuat tapi tidak sejalan dengan keyakinan bisnis yang diperkirakan masih rendah. Ekspor juga kuat di tengah tekanan tarif impor AS, tapi permintaan ekspor baru melemah.
Dari sisi eksternal, Ibrahim mencermati berlanjutnya ‘shutdown’ di Amerika Serikat, yang semula diramal berdampak minim pada perekonomian. “Pejabat Gedung Putih mengingatkan ‘shutdown’ kali ini mungkin akan berbeda,” kata Ibrahim .
Sampai saat ini, Kongres AS belum mencapai kata sepakat mengenai RUU Pendanaan Pemerintah, kondisinya malah makin berlarut-larut. Di sisi lain, the Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga Desember nanti.
Perkembangan politik di Prancis dan Jepang ikut mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang, termasuk rupiah. Suasana makin memburuk, karena perang di Timur Tengah yang belum mereda, Israel masih terus menyerang Gaza dan wilayah tetangganya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....