Rupiah Berbalik Melemah ke Level Rp16.605/Dolar AS

  • 08 Okt 2025 11:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan hari ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah melemah sejak pembukaan perdagangan sebesar 0,25 persen atau 42 poin ke posisi Rp16.605 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan, Selasa kemarin, rupiah naik 0,13 persen atau 22 poin ke posisi Rp16.561 per dolar AS. "Hari ini rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Rabu (8/10/2025).

Baca Juga: Tekanan Dolar Menurun, Rupiah Ditutup Naik 22 Poin

Baca Juga: Sentimen Pasar Positif, IHSG Ditutup Naik ke 8.169

Pelemahan rupiah disebabkan karena dolar AS yang kembali menguat. Penguatan dolar dipicu oleh pernyataan hawkish (ketat) pejabat the Fed Jeff Schmid dan Nel Kashkari.

"Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid mengatakan, Fed perlu terus menekan inflasi yang tetap tinggi. Sementara, Presiden Fed Minneapolis Nel Kashkari mengatakan setiap pemotongan suku bunga drastis akan berisiko memicu inflasi," ujar Lukman.

Ia memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.500-16.650 per dolar AS. Tim Analis Mirae Asset Sekuritas menyebutkan selama lima hari belakangan rupiah bergerak cukup stabil, terapresiasi sebesar 0,8 persen.

"Saat ini, di tengah kebijakan yang sangat pro-pertumbuhan ekonomi oleh Pemerintah dan BI menyebabkan potensi tekanan rupiah akan tinggi. Faktor global yang berpengaruh terhadap rupiah ke depan adalah arah kebijakan moneter AS," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Pada bulan September, tambah Rully, tingginya tekanan terhadap rupiah menyebabkan penurunan cadangan devisa. Turunnya cukup cukup signifikan sebesar USD1,97 miliar.

"Cadangan devisa turun karena digunakan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi pasar, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Cadangan devisa di bulan September 2025 merupakan yang terendah dalam 14 bulan terakhir," kata Rully menutup keterangannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....