Penutupan Akhir Pekan, IHSG Melesat di Zona Hijau
- 26 Sep 2025 20:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini. Dari pantauan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 0,73 persen atau 58,67 poin ke level 8.099.
Sebanyak 346 saham harganya naik, 338 saham harganya turun dan 273 saham stagnan. Kenaikan tinggi terjadi pada saham sektor bahan baku (18,60 poin), barang primer (7,93 poin) dan sektor teknologi (4,04 poin).
Data BEI menunjukkan, volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 39,66 miliar lembar saham. Frekuensi perdagangan sebesar 2,12 juta kali transaksi.
Total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp21,93 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp14.888 triliun. Penguatan IHSG di akhir pekan ini, juga ditopang oleh aliran masuk modal asing.
Baca Juga;
Pajak dari Ekonomi Digital Sudah Terkumpul Rp41,09 Triliun
IHSG Diperkirakan 'Rebound' setelah Anjlok Kamis Kemarin
Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia menyebutkan, beli bersih saham oleh investor asing (net foreign buy) sebesar Rp259,74 miliar. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing adalah MBMA, BUMI, PTRO, ENRG dan BRMS.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham sore ini ditutup melemah. “Indeks saham tertekan oleh pengumuman tarif Presiden Trump terhadap produk farmasi, sebesar 100 persen,” ujar Tim Phillip Sekuritas.
Selain itu, Trump juga mengenakan tarif 25 persen untuk truk berat dan 50 persen untuk lemari dapur. Wastafel kamar mandi kena tarif 50 persen dan mebel berlapis kain kena tarif 30 persen.
Trump mulai memberlakukan pengenaan tarif tersebut tanggal 1 Oktober 2025. Putaran baru kebijakan tarif impor Trump ini, kembali memicu ketidakpastian dan kegelisahan pasar.
Selain itu, harapan pasar akan pemangkasan suku bunga lebih lanjut, memudar karena data ekonomi Amerika Serikat yang membaik. Pelaku pasar kini sedang menantikan rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE).
Data PCE, menjadi acuan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga. Awalnya pasar memprediksi The Fed akan menurunkan suku bunga lagi hingga akhir tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....