Menkeu: RAPBN 2026 Pertajam Perlindungan Sosial Sepanjang Hayat
- 03 Sep 2025 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Program perlindungan sosial masih akan berlanjut dan bahkan lebih dipertajam pada tahun depan. Rancangan APBN 2026 telah mencakup sekitar 15 program perlindungan sosial sepanjang hayat bagi masyarakat tidak mampu.
Program perlindungan sosial akan diberikan untuk ibu hamil, bayi dan balita, anak-anak usia sekolah, hingga lansia. "Ini yang disebut pemihakan atau perekonomian yang disusun berdasarkan azas kekeluargaan," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Selasa (2/9/2025).
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp508 triliun sebagai jaring pengaman sosial. Anggaran tersebut antara lain dialokasikan pada program Kartu Sembako senilai Rp43,8 triliun untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Baca juga: Pemerintah Akan Tingkatkan Penerimaan Tanpa Kebijakan Pajak Baru
Kemudian untuk subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun serta Kartu Indonesia Pintar (kuliah) Rp17 triliun. Serta program jaminan kehilangan pekerjaan Rp1,2 triliun dan subsidi KUR sebesar Rp36,5 triliun.
Menkeu mengatakan terbatasnya sumber dana APBN membuat harus ada prioritas penyaluran untuk program yang sesuai Program Nasional. Khususnya program nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami akan terus menjaga agar APBN bermanfaat, sehat dan kredibel, serta fokus pada belanja sesuai prioritas," ujarnya. Menurut dia, diperlukan sinergi pemerintah pusat dan daerah serta antarsektor agar pelaksanaan APBN efektif dan efisien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....