Konflik Israel-Iran Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

  • 16 Jun 2025 10:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Analis Pasar Uang, Lukman Leong melihat potensi konflik Israel dengan Iran menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sekalipun, rupiah terpantau menguat tipis terhadap dolar AS, pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (16/6/2025).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,01 persen atau satu poin ke posisi Rp16.302 per dolar AS. Nilai tukar rupiah di posisi Rp16.303 per dolar AS pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah meningkatnya tensi Iran-Israel. Ketegangan memicu sentimen risk off di pasar, investor menghindari risiko karena ketidakpastian meningkat," kata Lukman.

Baca juga: Investor Risk Off, Rupiah Ditutup Turun 61 Poin

Perdagangan Lesu, IHSG Ditutup Turun ke Zona Merah

Lukman menilai, kenaikan harga minyak dunia juga menekan rupiah. "Namun rupiah mendapatkan dukungan dari data ekonomi Tiongkok yang barusan dirilis, yang lebih kuat dari perkiraan," ucapnya.

Laporan Bloomberg menyebutkan, penjualan eceran di Tiongkok untuk bulan Mei 2025 tercatat meningkat 6,4 persen. Peningkatan tercepat sejak Desember 2023 dan melampaui perkiraan pasar di tengah ketidakpastian perang dagang.

Data penjualan eceran yang meningkat menopang data industri Tiongkok. Ekspansi sektor industri melambat, kenaikannya menjadi 5,8 persen di bulan Mei 2025.

Melihat perkembangan di pasar, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah berfluktuasi. Pergerakannya di kisaran Rp16.200-16.350 per dolar AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....