Ketidakpastian Makin Tinggi, IHSG Masih Cari Peluang Menguat

  • 13 Jun 2025 10:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini di zona merah di level 7.191. Dalam penutupan perdagangan Kamis kemarin rupiah ditutup turun ke level 7.204.

Penurunan IHSG disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp212 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ADRO, PGAS, PGEO, BBRI, dan ASII.

"IHSG masih potensi melanjutkan kenaikan sepanjang masih kuat di support 7.200. Pergerakan IHSG hari ini di rentang 7.150-7.200 untuk level support dan di rentang 7.240-7.260 untuk level resitansi," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat (13/6/2025).

Baca Juga:

IHSG Ditutup Turun, Terseret Penurunan Harga Saham

BI: Keyakinan Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Masih Terjaga

Dalam analisisnya Fanny mengatakan pasar masih dibayangi ketidakpastian dari arah kebijakan perdagangan Presiden Trump. Meskipun Trump menyatakan kesediaannya memperpanjang tenggat waktu 8 Juli untuk menyelesaikan negosiasi dagang.

Namun Trump menilai perpanjangan tersebut kemungkinan tidak diperlukan karena sudah membuat kesepakatan besar dengan Tiongkok. Trump juga mengatakan tengah bernegosiasi dengan Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara lain.

Pernyataan Trump itu membuat bursa saham Asia ditutup bervariasi pada Kamis kemarin. "Trump mengisyaratkan bahwa tarif atas impor Tiongkok akan mencapai 55 persen," ujar Fanny.

Hari ini terjadi serangan Zionis Israel ke ibukota Iran, Tehran. Sehingga menambah luasnya konflik geopolitik yang dapat mempengaruhi sentimen pasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....