IHSG Diprakirakan 'Sideways', Pasar Tunggu Hasil RDG Bank Indonesia

  • 19 Agt 2026 08:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak sideways (datar) di kisaran 6.400–6.500
  • Pelaku pasar akan mencermati sejumlah peristiwa di dalam negeri, diantaranya pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bank Indonesia
  • BI diprakirakan akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen. Seiring dengan laju inflasi yang masih berada di kisaran target BI

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan sideways dalam perdagangan hari ini. Pada Rabu kemarin, IHSG ditutup menguat 0,75 persen di level 6.449,83.

"IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak sideways (datar) di kisaran 6.400–6.500," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Rabu, 19 Agustus 2026. Pelaku pasar akan mencermati sejumlah peristiwa di dalam negeri, diantaranya pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bank Indonesia.

"BI diprakirakan akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen. Seiring dengan laju inflasi yang masih berada di kisaran target BI," ujar Tim Phintraco.

BI mempertahankan suku bunga, tambahnya, untuk meningkatkan stabilitas nilai rupiah dan memacu pertumbuhan ekonomi. Deposit facility rate dan lending facility diperkirakan juga akan tetap masing-masing sebesar 4,75 persen dan 6,5 persen.

Pelaku pasar juga akan mencermati penjelasan BI mengenai arah kebijakan selanjutnya. "Pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 13 persen secara tahunan di bulan Juli 2026 dari 12,67 persen di bulan Juni," ucap Tim Phintraco.

Sementara itu, BI melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD454.4 miliar pada triwulan II 2026. Angka ini tumbuh 4.,4 persen dari periode yang sama tahun 2025.

Kenaikan ULN, kata Tim Phintraco menjadi sentimen negatif, namun rasio ULN terhadap PDB masih relatif terkendali. Di sisi lain, penyedia indeks global, FTSE Russell merilis hasil reviu nya terhadap pasar modal Indonesia

FTSE menyatakan masih akan memperpanjang pembatasan atas perubahan sejumlah indeks saham Indonesia. Karena FTSE masih akan memantau efektivitas reformasi pasar modal Indonesia.

Beberapa langkah reformasi yang masih akan dipantau FTSE adalah terkait penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen. Termasuk ketentuan tentang publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi.

Sepanjang perdagangan hari Rabu kemarin, masih terjadi aksi jual.oleh investor asing sebesar Rp689 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ISAT, BBRI, DSSA, TPIA dan ASII.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....