Indeks Harga Saham Diperkirakan Membaik

  • 04 Jun 2025 07:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan sedikit membaik hari ini, Rabu (4/6/2025). IHSG diperkirakan akan berbalik menguat, setelah mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Selasa kemarin.

"IHSG sempat menguat di level support 7 ribu. Karenanya IHSG potensi rebound (menguat lagi) hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam analisisnya.

Baca juga: Perdagangan Masih Lesu, IHSG Jatuh ke Level 7.044

Fanny memperkirakan, pergerakan IHSG di level support antara 6.980-7.020. Adapun level resistansi di rentang 7.070-7.100.

IHSG ditutup turun 0,29 persen, disertai net sell (jual bersih) asing sebesar Rp702 miliar, Selasa kemarin. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, PNBN, BMRI, UNTR, dan PNLF.

IHSG mengalami penurunan di tengah bursa saham global yang cenderung menguat. Bursa saham Wall Street ditutup menguat, dibantu oleh kenaikan saham Nvidia dan pembuat chip lainnya.

"Investor menunggu kemungkinan negosiasi antara AS dan mitra dagangnya untuk lebih banyak kejelasan tentang rencana tarif Washington. Dow Jones Industrial Average naik 0,51 persen, S&P 500 menguat 0,58 persen dan Nasdaq Composite 0,81 persen," ujarnya.

Presiden Donald Trump dan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping akan berbicara pada minggu ini, setelah Trump menuduh Tiongkok melanggar perjanjian Jenewa. Beijing menegaskan akan melindungi kepentingannya dan tuduhan itu tidak berdasar.

Pasar saham Asia Pasifik juga cenderung naik pada hari Selasa kemarin. "Pasar Asia Pasifik mengabaikan ketegangan perdagangan global yang meningkat," ucap Fanny.

Pemerintah Tiongkok menepis tuduhan AS, mereka telah melanggar perjanjian perdagangan sementara. Sebaliknya, Tiongkok menyalahkan AS karena gagal menegakkan kesepakatan tarif sementara.

Uni Eropa mengritik niat Presiden Trump untuk menggandakan tarif baja menjadi 50 persen. "Seorang juru bicara Uni Eropa mengatakan blok itu siap untuk memberlakukan tindakan balasan," kata Fanny menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....