Perdagangan Masih Lesu, IHSG Jatuh ke Level 7.044

  • 03 Jun 2025 20:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Selasa (3/6/2025) masih tetap lesu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di zona merah, turun 0,29 persen (20 poin) ke level 7.044.

"Sepanjang sesi perdagangan, Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak melemah," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas. Saham-saham yang mendominasi penurunan di antaranya ARTO, MAPA, TOWR, ESSA, dan MDKA.

Menurut BEI, sebanyak 369 saham harganya turun, 315 saham stagnan dan 276 saham naik. Saham sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan tertinggi (1,17 persen), saham sektor industrial turun terendah (-1,54 persen).

Baca juga: Awal Pekan, Perdagangan Saham Dibuka di Zona Merah

Volume saham yang diperdagangkan mencapai 24,45 miliar lembar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.248.000 kali transaksi. Total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp14,47 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp12.208 triliun.

Tim Analis Pilarmas menyebutkan pergerakan pasar saham dipengaruhi sentimen global. Sehingga bursa saham di kawasan Asia pun bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (3/6/2025).

Beberapa sentimen global tersebut adalah hasil survei Caixin yang menunjukkan kontraksi sektor manufaktur Tiongkok. Penurunan ekspor menjadi penyebab kontraksi sebagai dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Di sisi lain, tuduhan Trump bahwa Beijing melanggar kesepakatan tarif menimbulkan ketegangan baru. "Tiongkok mengancam akan melakukan pembalasan jika diperlukan yang membuat Trump menyatakan ingin kembali melakukan pembicaraan," ujar Tim Pilarmas.

Sentimen pasar juga tertekan oleh ancaman terbaru Trump untuk menggandakan tarif impor baja menjadi 50 persen. Sedangkan lembaga internasional OECD memproyeksikan penurunan pertumbuhan ekonomi global dari 3,3 persen menjadi 2,9 persen.

Pelemahan ini dikaitkan dengan meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat perubahan kebijakan perdagangan AS di bawah kepemimpinan Trump. "Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan turun dari 3,3 persen pada 2024 menjadi 1,6 persen tahun ini," kata Tim Pilarmas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....