Awal Pekan, Perdagangan Saham Dibuka di Zona Merah
- 02 Jun 2025 09:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah dalam pembukaan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau di zona merah, turun 1,25 persen ke level 7.085.
“IHSG hari ini berpotensi menguji level support kuat di 7.145 dan berpotensi rebound kembali. Investor masih mencerna ketidakpastian tarif Trump sepanjang libur panjang pekan kemarin,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas , Fanny Suherman dalam analisisnya, Senin (2/6/2025).
Baca Juga:
BI Teken MoU dengan Banque de France
Ekonom: Stimulus Jilid 2 Sulit Naikkan Pertumbuhan Ekonomi
Fanny memperkirakan pergerakan IHSG hari di level support 7.100-7.145. Sedangkan level resitan di rentang 7.200-7.220.
Sebelum libur panjang kemarin, IHSG ditutup melemah 0,3 persen disertai net sell (jual bersih) asing sebesar Rp71 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, GOTO, ADRO, BRPT dan BBCA.
Sementara indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi di akhir pekan. Sedangkan bursa saham Asia ditutup melemah.
“Para investor di AS masih kebingungan dengan sikap Trump. Trump mengecam Tiongkok, tetapi kemudian optimis terkait kesepakatan perdagangan,” ucap Fanny.
Trump sempat menuduh Tiongkok melanggar perjanjian perdagangan dengan AS dan mengancam akan bersikap keras pada Tiongkok. Selanjutnya, Trump mengatakan akan berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk menyelesaikan perbedaan pendapat tentang perdagangan dan tarif.
Di sisi lain, rilis data belanja konsumen AS menunjukkan peningkatan 2,1 persen secara tahunan di bulan April. Sedangkan di bulan Maret, belanja konsumen AS naik 2,3 persen.
Sedangkan pasar saham di Asia Pasifik turun dalam penutupan perdagangan akhir pekan. Penurunan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan tarif AS dan inflasi Jepang.
“Pelaku pasar tertekan kekhawatiran perlambatan ekonomi AS dan ketidakpastian seputar kebijakan tarif Presiden Trump. Terutama setelah pengadilan banding di AS memberlakukan kembali kebijakan tarif Trump,” ujar Fanny.
Di Asia, data inflasi inti Tokyo bulan April naik menjadi 3,6 persen secara tahunan, melampaui ekspektasi 3,5 persen. Inflasi inti tidak menyertakan perubahan harga dari kelompok bahan makanan segar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....