Trump Naikkan Tarif untuk Tiongkok hingga 245 Persen

  • 16 Apr 2025 20:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mengumumkan kenaikan tarif untuk Tiongkok, Selasa (15/4/2025) waktu setempat. Tidak tanggung-tanggung, produk-produk Tiongkok dikenakan bea masuk atau tarif impor yang besarnya mencapai 245 persen.

Langkah tersebut merupakan tindakan balasan terhadap Beijing yang mengenakan tarif impor 125 persen terhadap produk-produk AS. Tiongkok juga baru saja mengumumkan untuk tidak mengimpor lagi pesawat Boeing dari negara Paman Sam.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memprediksi keputusan Trump tersebut akan berimbas pada perdagangan saham di Wall Street. "Kemungkinan indeks saham bursa AS akan turun, serta di Eropa yang mungkin sudah terkoreksi tajam," ujarnya, Rabu (16/4/2025).

Hal serupa diperkirakan juga akan terjadi di bursa saham Asia termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (27/4/2025). "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal anjlok dan bukan tidak mungkin perdagangan dihentikan sementara," kata Ibrahim.

Menurut dia, pengenaan tarif impor hingga 245 persen pasti akan menggoyang pasar modal maupun pasar uang. "Kejadian luar biasa ini bakal membuat investor bersikap makin hati-hati," ujarnya.

Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah juga akan melemah terhadap dolar AS. "Rupiah bisa menembus level Rp17.000 per dolar AS jika tidak ada intervensi dari Bank Indonesia (BI),” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....