IHSG Naik Tipis ke 6.262 di Akhir Pekan

  • 11 Apr 2025 19:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di akhir pekan ini masih berfluktuatif. Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau.

Berdasarkan pantauan di BEI, IHSG nak tipis 0,13 persen (8 poin) ke level 6.262. Hari ini sebanyak 225 saham harganya naik, 355 saham stagnan dan 268 saham harganya turun.

“Saham-saham sektor bahan baku naik paling kuat sebesar 3,23 persen. Sedangkan saham-saham sektor barang primer (non-siklikal) turun paling dalam -1,19 persen,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya, Jumat (11/4/2025).

Baca Juga:

Volatilitas Masih Tinggi, Ketahanan Sektor Jasa Keuangan Terjaga

PMI Manufaktur Masih Ekspansi Ditopang Momen Idulfitri

Dolar Terpukul, Rupiah Semakin Menguat

Volume saham yang diperdagangan sebanyak 12,9 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak satu juta kali transaksi. Total nilai perdagangan hari ini mencapai Rp10,71 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp10.695 triliun.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas juga mencatat, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak melemah hari ini. “Pasar masih diselimuti volatilitas dan ketidakpastian yang tinggi pasar keuangan global karena tensi perang tarif AS-Tiongkok,” ujar Tim Pilarmas.

Meski ada penundaan tarif, pelaku pasar masih hati-hati. Karena, menurut Tim Pilarmas, kebijakan Trump dapat menjerumuskan perekonomian AS ke jurang resesi.

Presiden Trump sudah mengenakan tarif pada Tiongkok sebesar 145 persen. Sedangkan Tiongkok membalasnya dengan besaran tarif 84 persen terhadap barang impor dari AS.

Tiongkok juga sedang merancang aksi balasan tambahan yang menyasar perusahaan-perusahaan AS. “Sengketa dagang ini dikhawatirkan juga akan mendorong perekonomian dunia kea rah resesi,” ucap Tim Analis Pilarmas.

Sementara secara tak terduga, data Indeks Harga Konsumen AS di bulan Maret menurun. Secara bulanan penurunan terjadi dari 0,2 persen menjadi -0,1 persen, secara tahunan menurun 2,8 persen menjadi 2,4 persen.

“Kondisi ini mendorong pasar berspekulasi The Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada bulan Juni. Meski laju inflasi tetap berpotensi naik karena AS mengenakan tarif berlipat ganda pada Tiongkok,” kata Tim Analis Pilarmas Sekuritas menutup analisisnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....