Rupiah Lanjutkan Penguatan Jadi Rp16.823 per Dolar AS

  • 10 Apr 2025 18:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah perlahan terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Menurut Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (10/4/2025) rupiah naik 0,29 persen (49 poin) menjadi Rp16.823 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, berpendapat meski rupiah mulai menguat, tetapi Indonesia masih harus waspada. Kondisi geopolitik yang masih panas dan perang dagang yang belum usai akan mempengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah.

Menurut dia, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memang terus mengintervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. "Namun, pemerintah dan BI punya keterbatasan untuk mengatasi ketidakpastian global," katanya.

Baca Juga: BI Intervensi, Rupiah Berhasil Menguat 18 Poin

Apalagi pemerintah mengakui perang dagang berpotensi meningkatkan harga barang impor, yang imbasnya akan terasa pada laju inflasi. Kinerja perdagangan internasional juga akan menurun, sehingga keuntungan perdagangan juga akan berkurang.

Negara-negara anggota ASEAN yang bergantung pada ekspor ke negara-negara besar akan menyesuaikan rantai pasokan mereka. Tujuannya untuk terhindar dari tarif impor tinggi.

Di satu sisi, akan terjadi perpindahan produksi dari Tiongkok yang bisa menguntungkan negara-negara ASEAN. Di sisi lain, peluang itu menghadapi tantangan berupa kesiapan infrastruktur dan kebijakan perdagangan.

"Negara-negara di kawasan juga harus bisa menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat perang dagang," ujar Ibrahim. Ini karena penyelesaian perang dagang melalui diplomasi dan negosiasi sangat kompleks dan butuh waktu.

Di level global, kekhawatiran akan resesi mereda setelah Presiden AS Donald Trump menunda pemberlakuan tarif resiprokal selama tiga bulan. Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai perang dagang yang makin tajam antara AS dan Tiongkok.

"Baik Washington maupun Beijing tidak menunjukkan niat untuk meredakan ketegangan," ucap Ibrahim. Menurut dia, para pejabat Tiongkok bahkan bersumpah untuk "berjuang sampai akhir" melawan kebijakan proteksionisme AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....