Menperin: Industri Agro Turut Andil Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

  • 29 Mar 2025 20:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Industri agro mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2024. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri agro tumbuh 5,2 persen, kontribusinya pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 8,89 persen.

“Industri agro bukan hanya menggerakkan sektor ekonomi, tapi juga menyerap tenaga kerja lebih dari 9,37 juta orang. Artinya, sektor ini ikut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Jumat (28/3/2025).

Baca Juga:

Nilai Rupiah Naik Jadi Rp16.562 per Dolar AS

Penutupan Perdagangan, IHSG Menanjak ke Level 6.510

Tiga Asisten Gubernur BI Jadi Komisaris Bank BUMN

Menurutnya, dengan perkembangan itu menjukkan peran vital sektor industri agro dalam struktur perekonomian Indonesia. Sektor ini menopang kontribusi sektor pengolahan non-migas yang besarnya 51,81 persen pada perekonomian nasional.

Beberapa subsektor industri agro yang menjadi andalan, antara lain industri makanan, minuman, industri kayu, kertas, dan furnitur. Dukungan dari pemerintah, investasi, dan peningkatan daya saing diperlukan agar industri agro dapat semakin berkembang.

Nilai ekspor industri agro tahun 2024 tercatat sebesar USD67,08 miliar (sekitar Rp1.111,6 triliun) dengan volume 67,07 ton. Sektor makanan minuman menyumbang ekspor terbesar mencapai USD41,4 miliar (sekitar Rp685,6 triliun).

Sementara, realisasi investasi di sektor industri agro mencapai Rp206,3 triliun. Ini terdiri dari Rp126 triliun modal asing dan Rp80,4 triliun modal dalam negeri.

“Hal ini menunjukkan kepercayaan kuat dari dunia usaha, terhadap prospek jangka panjang industri agro. Sekaligus mencerminkan bahwa industri agro dapat menciptakan ekosistem yang dinamis dan penuh peluang,” ucap Menperin.

Namun, Menperin Agus Gumiwang mengingatkan masih banyak tantangan yang dihadapi industri agro. Di antaranya adalah fluktuasi harga bahan baku, perubahan regulasi global, dan dampak perubahan iklim.

“Kita perlu mengantisipasi tantang tersebut dengan kebijakan yang adaptif. Selain itu, menerpakan inovasi teknologi untuk terus mendorong pengembangan industri agro,” kata Menperin menutup keterangannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....