Pacu Program Prioritas, Menperin Usul Tambah Anggaran Rp1,59 T

  • 10 Jun 2026 15:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menperin Agus Gumiwang mengusulkan tambahan anggaran Rp1,59 triliun untuk tahun 2027.
  • Tambahan anggaran ditujukan memperkuat produktivitas, daya saing, dan hilirisasi industri.
  • Usulan disampaikan dalam Rapat Kerja Kemenperin dengan Komisi VII DPR RI.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun untuk tahun 2027. Tambahan anggaran tersebut diusulkan untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan industri nasional.

“Dan oleh sebab itu, kami di Kemenperin mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun. Sekali lagi untuk peningkatan produktivitas, daya saing, dan percepatan program hilirisasi industri,” ujar Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Agus menjelaskan tambahan anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas. Di antaranya program restrukturisasi mesin dan peralatan industri yang diusulkan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp202 miliar.

Kemenperin juga mengusulkan anggaran pengadaan alat uji pendukung penerapan SNI dan hilirisasi industri nasional. Nilai usulan anggaran untuk program tersebut mencapai Rp162,55 miliar pada tahun anggaran 2027.

“Antara lain, yang pertama program restrukturisasi mesin peralatan industri. Ini sesuai dengan apa yang menjadi perhatian dari banyak anggota Komisi VII kemarin,” kata Agus.

Agus mengatakan tambahan anggaran juga akan digunakan untuk memperkuat industri kecil dan menengah. Program tersebut meliputi fasilitasi pengembangan produk, standar produk, dan akses pasar bagi IKM sebesar Rp136,62 miliar.

Kemenperin juga mengusulkan anggaran untuk program restart industri kecil dalam rangka penanganan pascabencana sebesar Rp120,51 miliar. Selain itu, program penumbuhan wirausaha baru industri kecil dan menengah diusulkan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp78 miliar.

“Yang keempat penambahan fasilitasi industri kecil menengah dalam pengembangan produk, standar produk, akses pasar sebesar Rp136,62 miliar. Dan yang kelima restart atau restarting industri kecil dalam rangka penanganan pasca bencana sebesar Rp120,51 miliar,” ucap Agus.

Pada bidang pengembangan SDM industri, Kemenperin mengusulkan tambahan anggaran untuk renovasi gedung dan pengadaan sarana pendidikan vokasi sebesar Rp71,49 miliar. Selanjutnya penyelenggaraan pendidikan tinggi dan menengah vokasi sebesar Rp71,06 miliar serta pelatihan vokasi industri sebesar Rp63 miliar.

Selain itu, Kemenperin juga mengusulkan tambahan anggaran untuk pengembangan sistem informasi industri sebesar Rp55,95 miliar. Agus menegaskan pihaknya terbuka untuk berkonsultasi dengan Komisi VII DPR RI terkait rincian usulan tambahan anggaran tersebut.

“Renovasi gedung dan pengadaan sarana pendidikan vokasi sebesar Rp71,49 miliar. Yang kedelapan penyelenggaraan pendidikan tinggi dan menengah vokasi sebesar Rp71,06 miliar,” ujar Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....