Penutupan Perdagangan, IHSG Menanjak ke Level 6.510
- 27 Mar 2025 20:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau dalam penutupan perdagangan, Kamis (27/3/2025). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG naik 0,59 persen (38 poin) ke level 6.510,62.
Volume saham yang diperdagangkan sepanjang hari ini 13,88 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 935.900 kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp11,01 triliun dengan kapitalisasi pasar menjadi Rp11.126 triliun.
Sebanyak 381 saham mengalami kenaikan harga, 241 saham turun, dan 336 saham stagnan. Saham sektor properti dan real estate naik paling kuat (1,75 persen), saham infrastruktur turun paling dalam (-0,93 persen).
Baca Juga:
IHSG Melejit 3,8 Persen, Ditopang Kenaikan Saham Perbankan
Tiga Asisten Gubernur BI Jadi Komisaris Bank BUMN
Nilai Rupiah Naik Jadi Rp16.562 per Dolar AS
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak menguat hari ini. Saham-saham yang mendominasi penguatan di antaranya ESSA, BRPT, AMMN, KLBF, INDF.
Tim Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya menyebut sejumlah faktor eksternal yang dominan mempengaruhi IHSG. IHSG sendiri menguat bersama indeks bursa saham Asia yang juga ditutup menguat hari ini.
“Penguatan bursa saham di Asia ditopang kebijakan Tiongkok meningkatkan penerbitan surat utang secara signifikan di triwulan I-2025. Kebijakan itu untuk merangsang pertumbuhan dan menstabilkan pasar obligasi,” kata Tim Pilarmas.
Kementerian Keuangan Tiongkok telah mengumpulkan 1,45 triliun yuan melalui surat utang negara. Jumlah itu tiga kali lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kebijakan tarif Trump juga masih menimbulkan kekhawatiran akan pembalasan dan dampak ekonomi yang lebih luas. Hal ini mengakibatkan peningkatan volatilitas di pasar uang.
Pelaku pasar kini menantikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat. Di antaranya adalah data pertumbuhan ekonomi triwulanan yang diproyeksikan 2,3 persen, menurun dari sebelumnya sebesar 3,1 persen.
Data lainnya yang ditunggu adalah Indeks Harga Belanja Personal (PCE Price Index) Inti. Data PCE Price Index Inti bulanan ini diperkirakan tetap berada pada 0,3 persen.
Data Personal Income secara bulanan diproyeksikan turun menjadi 0,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya 0,9 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....