Uang Beredar Bulan Februari Meningkat Jadi Rp9.239,9 Triliun
- 21 Mar 2025 14:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Laporan Bank Indonesia menyebutkan, uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada bulan Februari 2025. Jumlahnya mencapai Rp9.239,9 triliun atau secara tahunan tumbuh 5,7 persen dibandingkan bulan Januari yang tumbuh 5,5 persen.
Kenaikan jumlah uang beredar ditopang pertumbuhan uang beredar sempit (M1) dan uang Kuasi. Kedua uang tersebut masing-masing tumbuh 7,4 persen dan 1,8 persen.
M1 adalah uang kertas dan uang logam ditambah simpanan dalam bentuk rekening koran. Sedangkan M2 atau uang beredar dalam luas adalah M1 ditambah tabungan ditambah deposito berjangka (time deposit) pada bank-bank umum.
Baca Juga :
Nilai Tukar Rupiah Berisiko Hadapi Tekanan Dolar
Analis: Potensi Fluktuasi IHSG Masih Tinggi
Nilai Tukar Rupiah Berisiko Hadapi Tekanan Dolar
Berdasarkan laporan BI, perkembangan M2 pada Februari 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit pada Februari 2025 tumbuh sebesar 9 persen secara tahunan, relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.
Sementara aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 4,1 persen secara tahunan. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan Januari sebesar 2,4 persen
Di sisi lain, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) terkontraksi sebesar 5,7 persen secara tahunan. Pada bulan Januari tagihan bersih pada pemerintah pusat terkontraksi sebesar 14,1 persen.
Sementara itu, Uang Primer (M0) adjusted pada Februari 2025 tercatat sebesar Rp1.882,7 triliun, tumbuh 13 persen secara tahunan. Pertumbuhannya relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2025 sebesar 13,2 persen.
Uang primer (M0l) adalah uang kartal (tunai) yang ada ditangan masyarakat dan bank umum. Ditambah dengan saldo yang ada di rekening giro atau cadangan milik bank umum dan masyarakat di Bank Indonesia.
Berdasarkan komponen M0 adjusted, Uang Kartal tumbuh sebesar 9,8 persen secara tahunan. Sedangkan Giro Bank Umum di BI adjusted tumbuh sebesar 5,1 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....