Rupiah Berpeluang Menguat, Meski Dibuka Melemah
- 18 Mar 2025 10:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau turun 0,04 persen menjadi Rp16.412 per dolar AS
Pada penutupan perdagangan kemarin rupiah berada di posisi Rp16.406 per dolar AS, turun 0,34 persen (56 poin). Meski dibuka melemah hari ini, rupiah punya peluang menguat terhadap dolar AS.
"Indeks dolar AS masih dalam tekanan, pagi ini bergerak di kisaran 103,40 an. Tekanan terhadap indeks dolar AS disebabkan pasar masih melihat ekonomi AS dalam tekanan," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Selasa (18/3/2025).
Baca Juga: Konflik Geopolitik Buat Rupiah Berbalik Melemah 56 Poin
Baca Juga: Dinamika Global Akibatkan IHSG Turun ke Level 6.471
Baca Juga: Neraca Perdagangan Februari 2025 Surplus USD3,12 Miliar
Ariston menyebut data penjualan ritel bulan Februari di Amerika Serikat yang dirilis semalam. Datanya lebih rendah hanya 0,2 persen, sedangkan ekspektasi pasar 0,6 persen.
Penjualan ritel AS yang dalam tekanan ini, tambah Ariston, bisa membantu ekonomi AS terhindar dari tekanan inflasi. Saat ini kekhawatiran akan inflasi AS meningkat karena kebijakan tarif Trump.
"Kebijakan kenaikan tarif ini juga bisa memicu perang dagang yang berujung pada pelambatan ekonomi. Kekhawatiran ini mendorong pelaku pasar melepas asset berisiko lagi," ujar Ariston.
Sementara konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas, setelah AS melakukan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman. Perang baru ini bisa juga bisa mendorong penguatan dolar AS.
Dari dalam negeri, neraca perdagangan RI bulan Februari kembali surplus. Sementara di Tiongkok, pemerintahnya mengumumkan stimulus untuk menopang perekonomiannya
"Dua hal tersebut dapat memberikan sentimen positif ke rupiah, sehingga rupiah hari ini berpeluang menguat ke arah Rp16.300. Sedangkan potensi pelemahan rupiah ke arah Rp16.450 per dolar AS," kata Ariston menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....