Dinamika Global Akibatkan IHSG Turun ke Level 6.471
- 17 Mar 2025 19:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipengaruhi berbagai dinamika global sepanjang Senin (17/3/2025). Meski begitu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berada di zona hijau saat pembukaan sesi perdagangan.
Namun, hingga penutupan sore hari, IHSG turun ke zona merah sebesar 0,67 persen (43,68 poin) di level 6.471,95. Sebanyak 238 saham mengalami kenaikan harga, sementara 339 saham stagnan dan 290 saham turun harganya.
"IHSG melemah karena aliran keluar modal asing masih berlanjut," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas. Menurut mereka, kondisi tersebut diperburuk dengan ketidakpastian kebijakan global maupun domestik.
Baca juga: Awal Pekan, Indeks Harga Saham Diperkirakan Terkoreksi
Saham sektor bahan baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,29 persen. Sedangkan saham sektor teknologi turun paling bawah hingga minus 11,21 persen.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 18,91 miliar lembar dengan frekuensi perdagangan satu juta kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp9,72 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp11.118 triliun.
Berdasarkan analisis Tim Pilarmas, bursa saham di Asia cenderung melemah. Investor tampak berhati-hati menyusul pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, akhir pekan kemarin.
Dalam sebuah wawancara, Bessent mengatakan tidak ada jaminan AS tidak akan mengalami resesi. "Pernyataan itu membuat investor makin khawatir akan melambatnya perekonomian global," ucap Tim Pilarmas.
Pertemuan The Fed akan menjadi fokus pelaku pasar pada pekan ini. Tim Pilarmas memperkirakan bank sentral AS itu akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Sementara itu, serangan AS terhadap kelompok Houthi di Yaman membuat harga minyak naik tajam. "Ini karena para investor khawatir terjadinya gangguan pasokan akibat aksi militer AS di Yaman," ujar Tim Pilarmas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....