Konflik Geopolitik Buat Rupiah Berbalik Melemah 56 Poin
- 17 Mar 2025 17:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (17/3/2025) sore. Padahal pada pagi harinya rupiah diprediksi menguat melihat kecenderungan dolar yang melemah.
Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,34 persen atau 56 poin menjadi Rp16.406 per dolar AS. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan konflik geopolitik dan kebijakan tarif AS mempengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.
"Timur Tengah kembali bergolak setelah militer AS melancarkan serangan udara terhadap kelompok Houthi di Yaman," ujarnya. Sementara Presiden AS, Donald Trump, akan bertemu Presiden Rusia Vlamidir Putin terkait perundingan gencatan senjata Rusia-Ukraina, Selasa (18/3/2025).
Baca juga: Dolar AS Kemungkinan Tertekan, Rupiah Berpeluang Menguat
Di sisi lain, Trump terus melancarkan ancaman tarif yang akan diberlakukan mulai 2 April 2025. Ini dibalas Tiongkok dan Uni Eropa dengan mengenakan tarif impor komoditas AS yang diperkirakan bakal lebih tinggi.
"Pekan ini fokus pasar akan tertuju pada serangkaian pertemuan bank sentral seperti di AS, Jepang, dan Inggris," ujar Ibrahim. AS juga akan menetapkan tanggal produksi industri dan penjualan ritel sebagai petunjuk bagi arah perekonomian Washington.
Baca juga: Neraca Perdagangan Februari 2025 Surplus USD3,12 Miliar
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati rilis neraca perdagangan Indonesia per Februari 2025. Disebutkan neraca perdagangan masih membukukan surplus USD3,12 miliar dan menjadi surplus bulan ke-58 sejak Mei 2020.
Namun, berita positif ini ternyata tidak mampu mendorong penguatan dolar AS. "Surplus neraca perdagangan Februari turun dibandingkan bulan sebelumnya meski lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ucapnya.
Surplus neraca perdagangan ditopang surplus perdagangan komoditas nonmigas senilai USD4,84 miliar. Di antaranya komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....