IHSG Berpeluang 'Rebound' di Tengah Net Sell Asing

  • 18 Mar 2025 10:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan rebound atau menggeliat lagi hari ini. Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) turun 0,67 persen ke level 6.471,95.

Penurunan IHSG masih disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp849 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBNI, TLKM, dan INCO.

"IHSG hari ini berpotensi rebound (berbalik menguat) dengan level support di rentang 6.380-6.450. Sedangkan level resist di rentang 6.500-6.600," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (18/3/2025).

Baca Juga:

Dinamika Global Akibatkan IHSG Turun ke Level 6.471

Konflik Geopolitik Buat Rupiah Berbalik Melemah 56 Poin

Neraca Perdagangan Februari 2025 Surplus USD3,12 Miliar

Bursa saham Amerika Serikat dan Asia cenderung naik dalam perdagangan hari Senin kemarin. "Indeks harga saham di Wall Street berangsur pulih setelah empat pekan mengalami tekanan," ucap Fanny.

Indeks S&P 500 naik 0,64 persen, Nasdaq Composite bertambah 0,31 persen, Dow Jones Industrial Average melonjak 0,85 persen. Menurut Fanny, laporan penjualan ritel AS bulan Februari turut mendukung sentimen pasar.

Data menunjukkan penjualan ritel meningkat 0,2 persen secara bulanan, peningkatannya lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,6 persen. Sedangkan, jika tidak memperhitungkan sektor otomotif, kenaikan mencapai 0,3 persen.

"Investor mencermati kebijakan tarif Trump yang berubah-ubah serta langkah efisiensi besar-besaran oleh Elon Musk melalui divisi DOGE. Kebijakan pemerintah AS merombak regulasi dan kebijakan perdagangan global turut membebani pasar," ujar Fanny.

Sementara bursa saham Asia naik setelah Tiongkok mengumumkan rencana mendorong konsumsi. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,93 persen, Kospi Korea Selatan naik 1,61 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,68 persen.

Tiongkok mengumumkan langkah-langkah untuk menghidupkan kembali konsumsi dengan meningkatkan pendapatan masyarakat. Langkah lainnya mencakup rencana untuk menstabilkan pasar saham dan real estate, serta meningkatkan angka kelahiran di negara tersebut.

"Investor menantikan serangkaian data ekonomi Tiongkok, termasuk produksi industri, investasi perkotaan, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran di perkotaan. Tingkat pertumbuhan investasi perkotaan di Tiongkok pada Februari mencapai 3,6 persen secara tahunan,nnaik dari 3,2 persen pada bulan sebelumnya," kata Fanny menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....