Perkuat Likuiditas, BEI Luncurkan Transaksi Repo di SPPA

  • 11 Mar 2025 14:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan fitur baru Transaksi Repurchase Agreement (Repo) pada Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA). Fitur ini melengkapi fitur transaksi outright (jual putus) yang sudah tersedia di platform SPPA BEI.

“Peluncuran fitur Repo bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta likuiditas perdagangan surat utang dan pasar uang. Utamanya perdagangan yang dilakukan oleh bank, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Perusahaan Efek yang menjadi pengguna jasa SPPA,” kata Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik dalam acara peluncuran, Senin (10/3/205).

Menurut Jeffrey, Transaksi Repo yang dapat dilakukan di SPPA saat ini adalah Repo dengan menggunakan underlying surat utang. Khususnya Surat Utang Negara (SUN).

“Transaksi Repo pada platform yang sama dengan transaksi jual beli SUN, akan memudah pengguna jasa SPPA. Kemudahan melakukan transaksi maupun memonitor transaksi pada pasar surat utang maupun pasar uang,” ucap Jeffrey.

Baca Juga: Pasar Khawatir AS Resesi, Rupiah Berisiko Melemah

Baca Juga: IHSG Berisiko Terkoreksi karena Sentimen Tarif dan Resesi

Baca Juga: OJK Ingatkan Modus Kejahatan Keuangan saat Ramadan

Menurut Jeffrey, saat ini ada 39 pengguna jasa aktif SPPA dengan transaksi harian lebih dari satu triliun rupiah. Pengguna jasa ini sudah dapat langsung memanfaatkan layanan transaksi Repo surat untang di SPPA.

“Kami akan melakukan sosialisasi, komunikasi dan sinergi pada pengguna jasa maupun regulator. Sehingga perluasan segmen pengguna jasa SPPA dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Peluncuran fitur transaksi Repo pada SPPA mendapat sambutan positif pengguna jasa. Beberapa saat setelah acara peluncuran, sudah terjadi transaksi Repo sebesar Rp1 triliun rupiah.

Sementara Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Firza Rizqi Putra mengatakan, tahun ini BEI akan fokus pada penambahan pengguna jasa di SPPA. Terutama pengguna jasa dari kalangan bank pembangunan daerah .

“Sedangkan target transaksi SPPA untuk tahun ini minimal sebesar Rp200 triliun. Berasal dari transaksi Repo maupun dari fixed income cash out trade yang sudah ada,” kata Firza.

Tahun 2024, total nilai transaksi surat utang di SPPA sebesar Rp246,1 triliun, meningkat 76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan marker share nya saat ini sebesar 16 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....