IHSG Berisiko Terkoreksi karena Sentimen Tarif dan Resesi
- 11 Mar 2025 11:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum beranjak dari zona merah. Berdasarkan data RTI Business, pada pukul 11.00 WIB, IHSG turun 0,98 persen ke level 6.534.
Pada penutupan perdagangan Senin (10/3/2025) kemarin, IHSG sudah turun 0,57 persen ke level 6.598. Penurunan disertai net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp923 miliar.
Saham-saham yang paling banya dijual asing adalah BMRI, ANTM, ADRO, MDKA dan BBNI. “IHSG hari ini masih berpotensi lanjut terkoreksi,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga: Terseret Pelemahan Bursa Asia, IHSG Ikut Tergelincir
Baca Juga: Pasar Khawatir AS Resesi, Rupiah Berisiko Melemah
Baca Juga: OJK Ingatkan Modus Kejahatan Keuangan saat Ramadan
Menurut Fanny, IHSG diperkirakan akan bergerak di level support dengan rentang 6.520-6.550. Sedangkan level resist di rentang 6.650-6.700.
Pada Senin kemarin, mayoritas bursa saham global mengalami penurunan. Bursa saham Amerika Serikat menurun tajam, dan bursa saham di Asia-Pasifik ditutup beragam dengan mayoritas melemah.
“Indeks utama Wall Street ditutup melemah karena perang tarif yang belum berhenti. Kecemasan muncul terhadap kemungkinan penutupan pemerintah federal dan perekonomian AS yang mengarah ke resesi,” ujarnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 2,08 persen, S&P 500 turun 2,70 persen, Nasdaq Composite turun 4 persen. HSBC menurunkan peringkat saham AS, dengan alasan ketidakpastian seputar tarif.
Sementara bursa Asia sedang menantikan data ekonomi Tiongkok. Inflasi umum Tiongkok bulan Februari tercatat sebesar 0,7 persen, naik 0,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Tiongkok juga mengumumkan tarif pembalasan atas beberapa barang pertanian Kanada. Sebelumnya Kanada menyatakan mengenakan bea masuk pada kendaraan listrik, produk baja dan aluminium dari Tiongkok,” ucap Fanny.
Beijing mengatakan tarif 100 persen akan dikenakan pada minyak lobak, minyak bungkil, dan kacang polong Kanada. Sementara pungutan 25 persen akan dikenakan pada produk perairan dan daging babi yang berasal dari Kanada.
Pada Senin kemarin, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,38 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong melemah 1,85 persen. Taiex Taiwan turun 0,52 persen, Shanghai Composite turun 0,19 persen dan CSI 300 melemah 0,39 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....