IHSG Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan Jelang Akhir Pekan

  • 21 Feb 2025 10:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks HARGA Saham Gabungan kemungkinan masih akan melemah hari ini. Dalam penutupan perdagangan Kamis kemarin, IHSG turun 0,1 persen (6,83 poin) ke level 6.788.

Penurunan IHSG disertai dengan net sell (jual bersih) asing sebesar Rp744 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, TPIA, BBNI, dan ADRO.

"IHSG hari ini berpotensi tes support di level 6.750 dulu. Jika kuat bertahan di support tersebut, IHSG berpotensi teknikal rebound (berbalik naik) dalam jangka pendek," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat (21/2/2025).

Baca Juga:

IHSG Ditutup Turun ke Level 6.788

Rupiah Menguat Akibat Dolar Melemah, Dampak Sentimen Global

Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support dengan rentang 6.700-6.750. Sedangkan level resist di rentang 6.830-6.880.

Fanny juga mencermati pergerakan bursa saham global yang cenderung melemah pada Kamis Kemarin. Indeks-indeks Wall Street menurun, begitu pula dengan indeks harga saham di kawasan Asia-Pasifik.

Indeks Dow Jones (DJIA) ditutup turun 1,01 persen, S&P 500 melemah 0,43 persen. Sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 0,47 persen.

Bursa saham Asia Pasifik melemah karena pasar mempertimbangkan tarif yang diusulkan Presiden Trump sebesar 25 persen untuk sejumlah komoditas. Diantaranya produk otomotif, semikonduktor, dan farmasi.

"Donald Trump menyebut bea masuk dapat diterapkan paling cepat pada 2 April. Namun, ia tidak menyebutkan apakah bea masuk akan ditujukan pada impor dari negara-negara tertentu atau berlaku luas," ucap Fanny.

Indeks ASX 200 Australia turun 1,14 persen, Nikkei 225 Jepang merosot 1,24 persen. indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,65 persen dan indeks Hang Seng Hon Kong turun 1,60 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....