IHSG Ditutup Turun ke Level 6.788

  • 20 Feb 2025 21:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif sepanjang hari ini, namun ditutup di zona merah. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, IHSG turun 0,10 persen (6,83 poin) ke level 6.788.

Sebanyak 353 saham harga turun, 341 saham stagnan dan hanya 261 saham yang harganya naik. Saham sektor properti dan real estate turun paling dalam (-1,16 persen) dan sektor teknologi naik paling kuat (6,75 persen)

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 18 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan 1,25 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan Rp12,30 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp11.702 triliun.

Baca Juga:

Kekhawatiran Perang Dagang Meningkat, Rupiah Kembali Melemah

Pemerintah Finalkan Pembiayaan Program Tiga Juta Rumah Hari Ini

Isu Suku Bunga Diperkirakan akan Membuat Rupiah Berfluktuasi

Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia Research menyebutkan sejumlah faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG. Dari dalam negeri, data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan IV-2024 yang dirilis Bank Indonesi hari ini.

“NPI triwulan IV surplus 7,9 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan surplus pada triwulan III sebesar 5,9 dolar AS. Kenaikan surplus NPI ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat serta defisit transaksi berjalan yang rendah,” kat Tim Phillip Sekuritas mengutip rilis BI.

Secara keseluruhan, NPI 2024 menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Secara tahunan, NPI 2024 surplus 7,2 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan surplus tahun 2023 sebesar 6,3 miliar dolar.

“Sementara transaksi berjalan 2024, mencatatkan defisit sebesar 8,9 miliar dolar atau 0,6 persen dari Produk Domesti Bruto. Defisitnya meningkat dibandingkan tahun 2023 yang defisitnya sebesar 2 miliar dolar AS atau 0,1 persen dari PDB,” ujar Tim Phillip Sekuritas.

Hari ini, mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga ditutup melemah. Pelemahan disebabkan sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran penataan kembali prioritas geopolitik Amerika Serikat.

Presiden Trump juga menambah ketidakpastian dengan kebijakan tarifnya. Trump kini mulai bicara pengenaan tarif 25 persen untuk produk kehutanan, utamanya kayu.

“Sementara saham produsen otomotif di Jepang dan Korea Selatan berjatuhan. Kebijakan tarif yang diusulkan Trump berdampak negatif pada penjualan mobil,” ucao Tim Phillip Sekuritas.

Sementara bank sentral Tiongkok (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman, karena pemerintahnya lebih memprioritaskan kestabilan ekonomi. Daripada menurunkan suku bunga untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....