Data Tenaga Kerja AS Membuat Rupiah Berisiko Melemah

  • 10 Feb 2025 10:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat akan diperkirakan akan menjadi sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah hari ini. Pada penutupan perdagangan, Jumat (7/2/2025) kemarin, rupiah naik 0,36 persen (58 poin) menjadi Rp16.282 per dolar AS.

Rupiah menguat karena sentimen positif pasar melihat rilis data cadangan devisa Indonesia yang meningkat. Tapi data ekonomi AS yang rilis akhir pekan kemarin menunjukkan kondisi ketenagakerjaan AS yang masih solid.

"Data tingkat pengangguran AS bulan Januari turun menjadi 4 persen dari sebelumnya 4,1 persen. Data kenaikan upah rata-rata naik 0,5 persen dari perkiraan 0,3 persen dan data ekspektasi inflasi naik 4,3 persen dari perkiraan 3,3 persen," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Senin (10/2/2025).

Baca Juga: Rupiah Menguat Setelah BI Rilis Data Cadangan Devisa

Baca Juga: Menutup Akhir Pekan, IHSG Turun Lagi 1,93 Persen

Data itu, menurut Ariston mendorong penguatan dollar AS terhadap nilai tukar lainnya. "Pagi ini indeks dolar AS sudah di kisaran 108,35 dibandingkan Jumat Pagi sebelumnya di kisaran 107,77," ucapnya.

Penguatan dolar AS, tambah Ariston, juga masih didukung oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan perang dagang. Kemungkinan perang dagang masih kuat karena kenaikan tarif impor Presiden Trump yang masih bergulir.

"Rupiah hari ini berisiko melamah ke arah Rp16.350. Sedangkan potensi support di kisaran Rp16.250 per dolar AS," ujar Ariston menutup analisisnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....