Perdagangan Lesu, IHSG Turun ke Level 7.024

  • 05 Feb 2025 18:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali merosot sepanjang Rabu (5/2/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu berada di zona merah hingga penutupan sesi perdagangan.

Hari ini IHSG turun 0,70 persen atau 49 poin ke level 7.024. Sebanyak 340 saham mengalami penurunan harga, sementara 359 saham stagnan dan 256 saham harganya naik.

"Sepanjang sesi perdagangan, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak melemah," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas. Saham sektor finansial mengalami penurunan paling rendah, sedangkan saham sektor bahan baku naik paling tinggi.

Baca juga: Pasar Tunggu Data Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Dibuka Melemah

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 26,10 miliar lembar dengan frekuensi perdagangan 1,2 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp11,49 triliun dan kapitalisasi pasar modal Rp12.288 triliun.

IHSG melemah di tengah pergerakan indeks saham yang beragam di kawasan Asia Pasifik. Pelaku pasar bersikap positif melihat tanggapan Tiongkok yang relatif terkendali terhadap kenaikan tarif yang dikenakan Presiden AS Donald Trump.

"Pelaku pasar juga tidak sepenuhnya yakin terhadap pernyataan Trump yang akan mengambil alih Gaza," ujar Tim Pilarmas. Meski ketidakpastian masih tinggi karena perilaku Trump, pasar sedikit lega karena situasinya tidak semakin buruk.

Sementara di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2024 tercatat sebesar 5,03 persen. Ini berarti penurunan dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 sebesar 5,05 persen.

Pasar mencermati pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2024 yang sebesar 5,02 persen secara tahunan (year-on-year). Ini karena realisasinya tidak sesuai harapan mengingat kuartal keempat biasanya terjadi lonjakan daya beli.

Menurut Tim Pilarmas, pelaku pasar kembali menunggu berbagai data ekonomi yang akan dirilis pekan ini. Di antaranya Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur AS versi Institute of Supply Management (ISM).

Kemudian data penggajian pekerja non-pertanian AS yang diperkirakan turun. Demikian pula dengan data pengangguran di AS yang diperkirakan tetap pada level 4,1 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....