Perdagangan Saham Lesu, IHSG Turun 1,29 Persen
- 30 Jan 2025 18:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih lesu setelah libur panjang dan pengumuman The Fed. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang Kamis (30/1/2025) hingga penutupan sesi perdagangan.
Menurut BEI, IHSG ditutup pada level 7.073, turun 1,29 persen atau 92,58 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Sebanyak 408 saham mengalami penurunan harga, sedangkan 322 saham stagnan dan 225 saham harganya naik.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 17,58 miliar lembar dengan frekuensi perdagangan 1,22 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan tercatat Rp12,05 triliun dan kapitalisasi pasar mencapai Rp12.288 triliun.
Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Diperkirakan Konsolidasi
Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia menyebutkan masih terjadi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp788,90 miliar. Saham-saham yang banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, ASII, TPIA, dan ANTM.
"Saham-saham sektor bahan baku, finansial dan infrastruktur mengalami penurunan paling rendah," kata Tim Analis. Jatuhnya harga saham-saham tiga sektor ini menyebabkan IHSG melemah cukup signifikan hingga penutupan perdagangan.
Sementara kondisi bursa saham di Asia cukup beragam. Indeks saham di Asia Tenggara cenderung turun karena sepinya volume perdagangan sebagai imbas libur Tahun Baru Imlek.
Setelah menahan suku bunganya pada rentang 4,25-4,5 persen, pasar menantikan rilis data ekonomi lainnya. Di antaranya tingkat inflasi dan pasar tenaga kerja serta dampak berbagai kebijakan Presiden AS, Donald Trump.
Perhatian pelaku pasar juga mengarah kepada bank sentral Eropa (ECB) yang juga akan mengumumkan kebijakan suku bunganya. "ECB kemungkinan akan menurunkan suku bunga untuk kelima kalinya karena inflasi mendekati target dua persen," ujar Tim Analis.
ECB diprediksi akan menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen. Langkah itu bertujuan untuk memberikan dukungan ekonomi yang masih lesu di Eropa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....