Hasil "Review" MSCI Picu Penurunan IHSG hingga 1,13 Persen ke Level 6.301
- 13 Agt 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,13 persen atau 72,08 poin ke level 6.301,76 pada akhir perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,13 persen atau 72,08 poin pada akhir perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Sehingga IHSG saat ini berada pada level 6.301,76 atau merosot dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi 6.373,85.
IHSG dibuka pada level 6.388,23 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.390,329. Indeks kemudian turun hingga level terendah 6.281,57 sebelum berakhir di angka 6.301,76.
Tekanan terlihat dari mayoritas saham yang berakhir turun pada perdagangan hari ini. Sebanyak 452 saham turun, 175 saham naik, dan 164 saham tidak berubah atau stagnan.
Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp13,56 triliun dengan volume 26,62 miliar saham. Sedangkan frekuensi transaksi mencapai 1,9 juta kali.
Pelemahan IHSG terjadi setelah pasar merespons hasil rebalancing MSCI per Agustus 2026. Dalam hal ini Indonesia tetap berstatus sebagai emergingmarket, sementara pembekuan (freeze) perubahan indeks masih berlaku.
| Baca juga: Rupiah Stagnan di Akhir Perdagangan Hari Ini |
MSCI tidak menambahkan saham Indonesia ke dalam indeks utamanya. “Hal ini semakin mengurangi kontribusi saham Indonesia dalam indeks MSCI,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo.
Saham-saham perbankan juga menjadi salah satu sumber tekanan terhadap indeks pada perdagangan kali ini. Bobot bank besar terhadap IHSG membuat pelemahannya berdampak signifikan terhadap indeks.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar dengan kontribusi negatif 7,48 poin. Turunnya saham-saham tersebut akhirnya menekan pergerakan indeks hingga penurunannya mencapai satu persen.
Di satu sisi, secara sektoral, pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang baku sebesar 2,9 persen. Kemudian diikuti sektor energi 2,32 persen dan perindustrian 2,3 persen.
Analis mengatakan perbaikan tensi geopolitik, penurunan harga minyak, serta potensi kembali masuknya dana asing dapat menjadi penopang. Namun, belum adanya tambahan konstituen Indonesia dalam indeks MSCI membuat potensi passive inflow baru relatif terbatas.
Tim Phintraco memprediksi IHSG secara teknikal masih bertahan di atas MA20. "Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....