Rupiah Dibuka Melemah dan Berisiko Terus Tertekan Dolar

  • 20 Jan 2025 10:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah dibuka menguat 19 poin pada pembukaan perdagangan hari ini ke posisi Rp16.361 per dolar AS. Pada akhir pekan kemarin, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.380 per dolar AS.

Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, ada risiko penguatan dolar akan berlanjut. Ini artinya rupiah kemungkinan masih akan melemah.

"Indeks dolar terus mengalami kenaikan sejak 2024 dan upiah menjadi salah satu mata uang yang kinerjanya kurang baik. Mata uang rupiah tercatat terdepresiasi 1,6 persen tahun lalu," kata Rully, Senin (20/1/2024).

Baca Juga :

Kekhawatiran Pasar Membuat Rupiah Melemah di Akhir Pekan

Jelang Pelantikan Presiden AS, IHSG Berpeluang Naik

Menurut Rully, pasar saat ini menunggu sinyal dari Presiden AS yang akan dilantik hari ini. "Trump, menurut kami, akan menerapkan kebijakan ekonomi yang pro-growth dan akan sangat agresif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi AS," ucapnya.

Adapun karakteristik kebijakan ekonomi Trump antara lain pemangkasan pajak, deregulasi, pro-bisnis, dan proteksionis (America First). Perkiraan rupiah masih akan melemah juga disampaikan Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong.

"Rupiah masih akan tertekan oleh dolar AS. Namun sampai sebesar apa pelemahannya, tergantung pada upaya intervensi BI," ujar Lukman.

Pekan ini juga tidak ada data-data ekonomi yang akan dirilis, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. "Imbas pemangkasan suku bunga BI masih akan terasa, sehingga rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.250-16.600 per dolar AS," kata Lukman menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....