Rupiah Kemungkinan Lanjutkan Pelemahan setelah Amerika Rilis PDB
- 20 Des 2024 10:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah diprediksi masih melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di akhir pekan ini, Jumat (20/12/2024). Pelemahan rupiah kemungkinan terjadi setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS.
Rupiah ditutup anjlok hingga 1,34 persen atau 215 poin. Posisi rupiah pun menyentuh Rp16.312 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis pekan ini.
"Indeks dolar AS bergerak lebih tinggi lagi hari ini di 108,40, dibandingkan pagi kemarin di 108,10. Data Produk Domestik Bruto Amerika Serikat kuartal ketiga yang dirilis semalam menunjukan perbaikan," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra.
Baca juga: Rupiah Terjun Bebas, Turun 215 Poin Jadi Rp16.312
Imbas Suku Bunga, IHSG Anjlok Hingga 130 Poin
Ia melanjutkan, PDB AS tumbuh 3,1 persen di kuartal ketiga, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 2,8 persen. Ekonomi AS yang semakin baik mendorong penguatan nilai tukar dolar AS.
"Sentimen eksternal yang mendorong penguatan dolar AS ini masih ada. Seperti data ekonomi AS yang nampak solid dan inflasi yang sulit turun," ucap Ariston.
Data tersebut membuat The Fed memberi sinyal akan menahan suku bunga lebih lama. Selain itu, lanjutnya, konflik geopolitik, potensi kebijakan Trump yang akan memicu perang dagang, juga mendorong penguatan dolar AS.
Dia menambahkan, kondisi ekonomi Tiongkok yang terlihat masih bermasalah, ikut mempengaruhi pergerakan mata uang. Pemerintah Tiongkok masih meluncurkan stimulus untuk memulihkan perekonomiannya.
"Sementara dari internal, belum ada berita positif yang menonjol. Bank Indonesia yang dicecar KPK memberikan sentimen negatif pada pasar," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan, potensi pelemahan rupiah hari ini bisa berlanjut ke arah Rp16.325-16.350. Adapun level support di kisaran Rp16.200-16.180 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....