The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Berisiko Melemah

  • 19 Des 2024 09:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kebijakan The Fed memangkas suku bunga membuat rupiah berisiko melemah lagi terhadap dolar AS hari ini, Kamis (19/12/2024). Rupiah menguat tipis 0,02 persen atau 3 poin ke posisi Rp16.097 per dolar Amerika Serikat (AS), Rabu kemarin.

"Pascapengumuman The Fed dinihari tadi, indeks dolar melejit ke area 108,25. Pagi ini indeks dolar di kisaran 108,10, lebih tinggi dibandingkan kemarin yang masih di kisaran 106,92," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra.

Baca juga: BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Naik Tipis

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6 Persen

Bank sentral AS itu memangkas suku bunganya, 25 basis poin di bulan Desember 2024. The Fed juga mengeluarkan pernyataan yang sudah diduga pasar.

"Bahwa The Fed bakal menahan suku bunganya dalam waktu lama setelah tahun ini. The Fed memberikan sinyal penundaan pemangkasan suku bunga," ucap Ariston.

Sinyal penundaan itu disebabkan data-data ekonomi AS yang cukup positif belakangan ini. Data inflasi juga menunjukkan kondisi yang sulit turun.

Sinyal itulah yang membuat dolar AS bergerak menguat. Rupiah pun diprediksi bergerak melemah lagi terhadap dolar AS.

"Arah pelemahan rupiah hari ini antara Rp16.100-16.150. Adapun potensi support di kisaran Rp16.050 per dolar AS," ujar Ariston menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....