Ketidakpastian Global Meningkat Membuat Rupiah Makin Melemah

  • 12 Des 2024 10:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan, Kamis (12/12/2024). Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra menyebut, rupiah melemah akibat ketidakpastian global yang kian meningkat.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di posisi Rp15.949. Nilai ini turun dibandingkan posisi Rabu kemarin, Rp15.919 per dolar AS.

Ariston mengatakan, data inflasi AS yang dirilis semalam juga mempengaruhi fluktuasi nilai rupiah. "Indeks dolar pagi ini terlihat bergerak semakin tinggi 106,52, dibandingkan pagi kemarin 106,35, sehingga rupiah makin melemah," katanya.

Baca juga: Konflik Geopolitik Makin Panas, Rupiah Kembali Terdampak

IHSG Kembali Bergerak Naik ke Level 7,464

Data Indeks Harga Konsumen di AS yang dirilis semalam menunjukkan inflasi yang meningkat. Inflasi konsumen tercatat sebesar 2,7 persen secara tahunan, pada November 2024.

"Inflasi naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,6 persen, ini menunjukkan inflasi yang sulit turun. Kondisi ini bisa berpotensi suku bunga acuan AS tidak akan turun lagi setelah Desember ini," ucap Ariston.

Kondisi geopolitik yang masih tegang, tambah Ariston, juga membantu mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman. Imbas ketegangan geopolitik juga terlihat pada kenaikan harga emas yang juga sebagai aset aman.

"Tapi inflasi AS yang bergerak tidak jauh dari sebelumnya ini menunjukkan inflasi yang stabil. Apalagi kondisi ekonomi AS juga masih cukup bagus, ditunjukan dengan kenaikan Purchasing Managers' Index (PMI) jasa dan manufaktur," ujarnya.

Ia menambahkan, Bank Sentral AS bisa mengambil kesempatan untuk memangkas suku bunga acuannya di Desember. Jika itu terjadi, ada kemungkinan membuka ruang kenaikan tahun depan bila diperlukan.

Survei CME Fed Watch Tools memperlihatkan peluang 98 persen, The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember ini. Penurunannya kemungkinan sebesar 25 basis poin.

"Dua pertimbangan di atas yang tarik menarik ini, yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah. Pelemahan rupiah bisa tertahan dan penguatan juga mungkin tidak dalam," kata Ariston.

Ariston memperkirakan, potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp15.950-15.980. Adapun potensi penguatan di kisaran Rp15.900-15.880 per dolar AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....