Konflik Geopolitik Makin Panas, Rupiah Kembali Terdampak
- 11 Des 2024 17:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih belum mampu melawan kekuatan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (11/12/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,31 persen (48 poin) ke posisi Rp15.919 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasar menunggu apa yang bakal terjadi di kawasan. "Ini menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah, terutama Suriah, serta ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan," katanya.
Baca juga: Rupiah Berpeluang Naik Ditopang Sejumlah Faktor Penguat
Di Asia, Taiwan memperingatkan Tiongkok yang diduga terlibat dalam pergerakan maritim terbesar di sekitar perairan negara itu. Beijing mengerahkan sekitar 90 kapal dalam latihan perang tersebut.
Kemudian Pasar juga terus mencermati ketidakstabilan politik di Korea Selatan. Apalagi setelah Presiden Yoon Suk Yeol menghadapi tuntutan pidana atas pemberlakuan darurat militer yang gagal minggu lalu.
Investor juga bersikap hati-hati menjelang rilis indeks harga konsumen AS. Sedangkan Politbiro Tiongkok memberikan sinyal paling dovish (longgar) tentang rencana pemberian lebih banyak stimulus untuk mendukung pertumbuhan.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati hasil survei konsumen Bank Indonesia (BI). Terutama yang terkait membaiknya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi domestik pada enam bulan ke depan.
"Hal ini didorong oleh menguatnya ekspektasi pada seluruh komponen," ujarnya. Di antaranya pendapatan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha.
Secara geografis, kota yang mengalami kenaikan indeks ekspektasi konsumen terbesar adalah Padang yaitu 25,2 poin. Kemudian diikuti Palembang dan Ambon yang masing-masing naik sebesar 12,3 poin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....