IHSG Dibuka Turun, Analis: Pasar Menantikan Pilpres AS

  • 05 Nov 2024 10:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pagi ini, di level 7.474. IHSG melanjutkan pelemahan saat penutupan Senin kemarin, dimana IHSG berada di level 7.479.

Pelemahan IHSG disertai net buy (beli bersih) oleh investor asing sebesar Rp53 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ASII, INDF, BBRI, BMRI dan BBNI.

"IHSG berpotensi teknikal rebound (berbalik menguat) hari ini. Ada optimisme mendekati pilpres di Amerika Serikat dan potensi pemotongan suku bunga The Fed minggu ini," kata analis yang juga Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (5/11/2024).

Baca Juga :

Sejumlah Isu Membuat IHSG Merosot ke Level 7.479

Industri Teknologi Finansial Dihadapkan Empat Tantangan Ini

Fanny memperkirakan pergerakan IHSG hari ini di level support antara 7.450-7.475. Sedangkan level resist di rentang 7.530-7.570.

Sementara bursa saham global bergerak beragam dalam penutupan perdagangan Senin kemarin. Bursa saham di Asia bergerak naik, sementara bursa saham Amerika Serikat menurun.

"Indeks-indeks Wall Street turun menjelang pemilu presiden AS. Ditambah potensi pemotongan suku bunga The Fed pekan ini," ucap Fanny.

Dow Jones ditutup melemah 0,6 persen, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,3 perseb. "Hasil pilpres AS hari ini diperkirakan akan sangat mempengaruhi arah pasar saham hingga akhir tahun," ujar Fanny.

Sementara bursa saham Asia-Pasifik bergerak naik karena sentimen pemilu AS dan penantian kebijakan suku bunga The Fed. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,56 persen, sementara bursa saham Hongkong atau Hang Seng Index (HSI) menguat 0,30 persen.

Shanghai Composite Index meningkat 1,17 persen, KOSPI Korea Selatan melesat 1,83 persen, Strait Times Index Singapura menguat 0,47 persen. Di Asia, kata Fanny, fokus pasar juga terpusat pada Beijing pekan ini.

"Badan legislatif tertinggi Tiongkok, Kongres Rakyat Nasional, akan bertemu pada 4-8 November. Indikator ekonomi Tiongkok berupa perdagangan dan pinjaman juga akan dirilis pekan ini," kata Fanny menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....