Sejumlah Isu Membuat IHSG Merosot ke Level 7.479

  • 04 Nov 2024 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin merosot dalam penutupan perdagangan awal pekan ini. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, IHSG berada di level 7.479, turun 0,34 persen atau 25,76 poin.

IHSG sempat naik saat pembukaan di level 7.505. Tapi jelang sesi perdagangan pertama hingga penutupan, IHSG menurun ke zona merah.

“Di dalam negeri, IHSG melemah karena aksi jual yang dilakukan investor asing akhir-akhir ini. Ditengarai hal tersebut karena keinginan Indonesia bergabung dengan BRICS yang memicu sentimen negatif pasar,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya, Senin (4/11/2024).

BRICS merupakan singkatan dari Brazil, Rusia, India, Cina (Tiongkok) dan South Africa (Afrika Selatan). Negara-negara yang menjalin kerja sama ekonomi dan memperkuat pengaruhnya secara global.

Hari ini sebanyak 458 saham turun harga, 302 saham harganya stagnan, hanya 182 saham yang harganya naik. Saham-saham sektor bahan baku, infrastruktur dan barang konsumen sekunder menjadi penekan utama IHSG.

Sementara, volume saham yang diperdagangkan sebanyak 22,66 miliar lembar saham, frekuensi perdagangan sebanyak 1,5 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp11 triliun dan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.538 triliun.

Pelemahan IHSG hari ini, menurut Tim Analis Pilarmas, juga sangat dipengaruhi oleh penurunan mata uang dolar AS. Pelaku pasar beranggapan pelemahan dolar AS imbas dari hasil jajak pendapat Pilpres AS.

“Hasil jajak pendapat menunjukkan hasil imbang antara Trump dan Harris. Pemilu AS hari Selasa besok, hasil akhirnya juga baru bisa diketahui beberapa hari kemudian,” ucap Tim Analis Pilarmas.

Kebijakan Trump mengenai imigrasi, pemotongan pajak dan tarif mendapat sorotan karena dapat memicu inflasi. Sehingga imbas hasil obligasi juga naik dan dolar akan terus menguat.

Faktor eksternal lainnya yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG di minggu ini, menurut Tim Analis Pilarmas, adalah kebijakan suku bunga. The Fed, Bank of England dan Reserve Bank of Australia akan mengumumkan suku bunga kebijakannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....