Manfaat Tanaman Kaca Piring untuk Mengatasi Masalah Pencernaan dan Peradangan

  • 17 Sep 2024 10:21 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi - Tak hanya cantik dan harum, kaca piring juga berkhasiat sebagai bermacam penyakit. Kaca piring atau jempiring merupakan salah satu tanaman bunga yang sangat dikenal di Bali. Bunganya cantik, berwarna putih dan harumnya menjadi maskot kota denpasar. Jempiring (Gardenia Augusta Merr) yang dikenal dengan nama daerah, Jempiring atau ceplok piring adalah spesies tanaman perdu berumur tahunan dari suku Rubiaceae, bunganya berwarna putih dan sangat harum. Dan juga dikenal dengan nama binomial Gardenia jasminoides yang berarti seperti melati, walaupun tidak ada hubungannya dengan marga Jasminum (melati). Tanaman jempiring memiliki ciri daun kecil, banyak cabang dan batang. Di sela cabang dan daun kerap kali muncul bunga berwarna putih yang menebarkan harum yang khas. Bunga jempiring ini sulit didapatkan dan hanya mampu berbunga pada saat-saat tertentu.

Keunikan tanaman jempiring ini membuat tanaman dan kebun semakin indah. Tanaman kaca piring atau jempiring ini diperkirakan dari Negara Cina atau Jepang, namun sudah lama tumbuh di Indonesia dan ditanam di berbagai tempat. Misalnya, selain di halaman rumah, juga ditanam di halaman kantor, di taman-taman rekreasi, atau di pinggir jalan sebagai tanaman hias. Kadang tumbuh secara liar diantara semak-semak dan kebun. Tak hanya indah sebagai tanaman hias, kaca piring mempunyai banyak khasiat. Tanaman ini mempunyai sifat yang mendinginkan dan rasanya pahit, umumnya mempunyai aktivitas pada jantung, liver, paru dan pencernaan. Karena itu masyarakat di Indonesia menggunakan tanaman ini dalam ramuan untuk mengatasi berbagai penyakit. Di samping itu bunga kaca piring yang harum mempunyai nilai komersial untuk dibuat minyak wangi. Dan pada bagian buahnya mengandung senyawa aktif suatu glikosida iridoid yang disebut geniposida.

Masyarakat di Indonesia menggunakan bagian daun dari tanaman ini dalam ramuan tradisional untuk mengobati sakit diabetes, sariawan, demam, sukar buang air besar. Di India dan Cina kacapiring juga digunakan dalam ramuan tradisioanal mereka. Biasanya untuk mengobati demam, antiradang, memperbaiki sirkulasi peredaran darah. Selain daun, bagian tanaman yang banyak digunakan adalah buah. Buah mengandung bahan aktif geniposida yang paling banyak. Karena kandungan bahan ini, bagian buah digunakan untuk mengobati demam yang disertai peradangan, juga untuk mengobati infeksi. Buah kacapiring juga efektif untuk mengatasi pendarahan pada membrane mukosa, seperti pada hidung, saluran pencernaan dan saluran kemih. Untuk mengatasi pendarahan ini, serbuk buah kacapiring bisa digunakan Tanaman Herbal Rumahan Penelitian ini juga didukung dengan penelitian lainnya yang menyatakan bahwa senyawa geniposida yang berhasil diisolasi dari kacapiring ini ternyata memiliki kemampuan sebagai detoksifikasi (membersihkan racun) antioksidan dan juga antikarsinogenesis. Hasil penelitian hewan coba mencit juga membuktikan, kacapiring dapat mengurangi tingkat keparahan pada penyakit pankreatitis, dapat menurunkan tekanan darah, juga mengurangi nyeri dan kejang-kejang (spasme). Slain daun dan buah, bunga kacapiring juga berkhasiat sebagai obat. Sebuah penelitian membuktikan, bunga kacapiring juga mengandung senyawa iridoid yang berkhasiat sebagai antimikroba, terutama melawan bakteri E. coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, jamur Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....