Apa itu Zat Besi Heme & Non-Heme? Yuk Simak Penjelasanya!

  • 02 Sep 2024 14:21 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Tubuh perlu mengkonsumsi Zat Besi karena Zat Besi sangat penting untuk banyak proses vital di tubuh kita. Hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru paru ke jaringan tubuh sebagian besar terdiri dari Zat Besi. Anemia, suatu gangguan di mana tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, dapat diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hemoglobin yang cukup jika kadar Zat Besinya rendah.

Karena tubuh tidak dapat memproduksi Zat Besi sendiri, maka untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal dan menghindari masalah Kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan Zat Besi, anda harus mengkonsumsi Zat Besi dalam jumlah yang cukup dari makanan atau suplemen. Zat Besi sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Zat Besi Heme dan Zat Besi Non-Heme.

Daging merah, unggas, ikan, dan makanan laut lainya adalah contoh produk hewani yang mengandung Zat Besi Heme. Zat Besi Heme banyak ditemukan pada daging sapi, ayam, dan ikan. Hemoglobin dan Mioglobin merupakan dua protein yang terdapat dalam darah dan otot hewan yang merupakan sumber Zat Besi Heme. Tubuh menyerap Zat Besi Heme lebih mudah daripada Zat Besi Non-Heme.

Tubuh menyerap antara 15 hingga 35% Zat Besi Heme yang kita makan, yang membuatnya menjadi cara yang lebih efektif bagi kita untuk memenuhi kebutuhan Zat Besi. Selain itu, Zat Besi Heme sering dianggap sebagai sumber Zat Besi yang unggul untuk mengobati atau mencegah kekurangan Zat Besi(anemia) karena daya serapnya yang lebih tinggi.

Sedangkan, Zat Besi Non-Heme banyak ditemukan pada makanan nabati seperti biji bijian, kacang kacangan, lentil, sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kale, dan makanan yang diperkaya dengan Zat Besi seperti roti dan sereal. Produk hewani juga mengandung Zat Besi non-heme, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil daripada Zat Besi heme.

Dibandingkan dengan Zat Besi heme, Zat Besi Non-Heme memiliki Tingkat penyerapan yang lebih rendah di dalam tubuh, penyerapan Zat Besi Non-Heme biasanya diserap dengan kisaran antara 2 hingga 20%. Di sisi lain, konsumsi makanan yang tinggi vitamin C secara bersamaan seperti jeruk, tomat, atau paprika, dapat meningkatkan penyerapan Zat Besi non-heme. Sebagai satu satunya bentuk Zat Besi dalam makanan yang tidak berasal dari hewan, Zat Besi Non-Heme masih sangat penting meskipun penyerapannya yang rendah terutama bagi orang orang yang vegetarian.

Menurut dr. Putri dua duanya tinggi Zat Besi, tapi ternyata penyerapan besinya beda karena Zat Besi ada dua jenis, yaitu heme & non-heme. Zat Besi di daging merah tergolong yang heme Dimana lebih mudah dan lebih banyak diserap sekitar 10-30%. Sementara bayam Zat Besinya tergolong jenis Non-Heme yakni hanya sekitar 5% Zat Besi yang diserap oleh tubuh.

Zat Besi Heme dianggap lebih unggul daripada Zat Besi Non-Heme sebagai penambah darah dan untuk pengobatan atau pencegahan anemia. Hal ini dikarenakan tubuh menyerap Zat Besi Heme dengan lebih cepat dan efektif, yaitu 15-35%. Sedangkan Zat Besi Non-Heme hanya sekitar 2-20%. Namun, kombinasi antara Zat Besi Heme dan Non-Heme dalam pola makan yang seimbang, serta penambahan Vitamin C untuk meningkatkan penyerapan Zat Besi Non-Heme, juga penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

“Dua duanya bagus buat tambah darah, apalagi kalau ditambah asupan Vitamin C, supaya penyerapan Zat Besi jadi lebih maksimal” ucap dr, Putri. (setyo/zellyka)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....