Kenali Manfaat dan Efek Samping Suntik Botox

  • 01 Sep 2024 19:16 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Suntik botox dikenal sebagai prosedur di bidang estetika wajah. Tidak hanya sekedar mempercantik tampilan, terdapat beberapa fakta menarik tentang botox.

Botox merupakan singkatan dari Botulinum toxin, yaitu sejenis protein neurotoksik yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Botox bekerja dengan cara memblokir aktivitas saraf dan otot, sehingga otot akan melemah dan lumpuh sementara waktu. Inilah yang membuat keriput atau kerutan di kulit sekitar lokasi penyuntikan tampak berkurang atau bahkan hilang.

“Kalau masyarakat itu mengenal botox itu sebagai sebuah istilah dibidang estetika. Sebenarnya, botox merupakan sebuah merk obat dari Perusahaan di Amerika Serikat yang memproduksi merk tersebut. Awalnya ada beberapa orang yang ketika terpapar bakteri ini, ia mengalami kelumpuhan dan bahkan susah nafas. Setelah diteliti, ternyata bakteri ini penyebabkan kelumpuhan otot.” Jelas dr. Pande Agung Mahariski, S.Ked, Sp.D.V.E, dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika.

Normalnya, ketika otot manusia berkontraksi dikenal dengan sebuah unit Bernama neuromuscular junction, merupakan pertemuan sel syaraf dengan sel otot.ketika sel syarat dan sel otot ini bekerja akan menghasilkan acetylcholine, gunanya untuk menggerakkan otot. Dokter Pande menjelaskan, Botulinum toxin ini mencegah acetylcholine untuk sampai di otot, sehingga tidak terjadi kontraksi. Otot tidak berkontraksi ini akan menyebabkan otot seakan-akan lumpuh.

“saat ini telah ditentukan dosis yang sesuai untuk kosmetik serta keluhan-keluhan otot. Dalam bidang estetik dan dermatologi, kami menggunakan botox tipe A dari 7 jenis tipe botox yang telah di setujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA).” Jelas Dokter Pande

Suntik botox telah lama dimanfaatkan dalam dunia kecantikan untuk mengencangkan kulit dan menghilangkan kerutan. Efek botox biasanya baru dirasakan beberapa hari setelah obat disuntikkan dan akan bertahan selama 3 sampai 6 bulan. Selama efek suntikan botox berlangsung, otot yang menjadi tujuan injeksi botox tidak dapat digerakkan. Setelah itu, lambat laun otot akan berkontraksi dan kerutan di kulit bisa muncul kembali.

Dokter Pande menambahkan, selama tindakan injeksi botox dilakukan dengan tepat, tidak akan menimbulkan gangguan. Ia menegaskan terdapat beberapa titik pada wajah yang telah disetujui oleh FDA, hanya bagian frontalis atau dahi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....