Kandungan Aktif dan Manfaat Kesehatan Pengobatan Tanaman Pagoda
- 12 Agt 2024 15:02 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi - Dari namanya sendiri kita sudah bisa membayangkan bagaimana betuk bunganya. Tanaman ini seringkali dijumpai di pekarangan/taman-taman, pinggir jalan raya daerah luar kota dijadikan sebagai tanaman hias. Bunga pagoda yang memiliki nama latin Clerodendron paniculatum Vahl atau dikenal dengan tanaman Senggugu di Bali dan Pagoda Flower di Eropa merupakan tanaman perdu yang meranggas dengan tinggi bisa mencapai 1-3 meter. Batangnya penuh dengan rambut halus. Daunnya Tunggal, bertangkai dan letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya bisa mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah yang terdiri dari bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai dan buahnya bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji. Bunganya yang indah berwarna merah ini merupakan bunga majemuk yaitu kumpulan bunga kecil-kecil yang berkumpul menjadi bentuk piramid Dimana semakin ke atas semakin runcing. Hanya sedikit saja yang mengetahui khasiat bunga pagoda ini, padahl mulai akar, batang sampai bunganya memiliki khasiat obat bagi penyakit tertentu.
Penyakit yang dapat diobati oleh tanaman pagoda bagian akar misalnya, dengan sifat kimiawi dan efek farmakologis pahit dan dingin berkhasiat sebagai untuk radang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak (anti sweeling) dan untuk pembekuan darah, susah tidur (insomnia), disentri. Penyakit penyakit seperti sakit pinggang (lumbago), ngilu pada rematik. TBC yang disertai batuk maupun batuk darah dan wasir juga dapat disembuhkan dengan akarnya. Daun pagoda yang berbentuk tunggal seperti jantung yang memiliki sifat kimiawi manis, asam, agak kelat dan netral berkhasiat sebagai anti radang dan untuk menghisap darah kotor (nanah). Untuk itu, bagian daun pagoda ini sangat cocok digunakan untuk obat luar seperti bisul, koreng maupun luka terpukul. Bagian bunga berkhasiat untuk obat luar maupun dalam. Bunga pagida itu sendiri memiliki khasiat untuk penambah darah, keputihan, wasir dab susah tidur.
Untuk penyakit yang proses penyembuhannya menggunakan akar, digunakan sebanyak 30 sampai 90 gram akar lalu digodok atau dijadikan bubuk, lalu diseduh dan diminum. Sedangkan penyakit yang disembuhkan dengan daunnya, pemakaiannya cukup dengan melumatkan beberapa daun segar yang kemudian dibubuhkan pada tempat yang sakit. Dan untuk memanfaatkan bunganya, digunakan bunga yang sudah dikeringkan, talu disajikan dalam bentuk serbuk. Atau bisa dengan merebusnya dan diminum setelah dingin Untuk mencuci luka berdarah, wasir berdarah, gatal- gatal (pruritus). Selain itu, dapat juga menggunakan banga segar yang digiling halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit seperti wasir, gigutan serangga atau luka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....