Tim Mahasiswa di Purwokerto Ciptakan Alat Ukur Antropometri Inovatif
- 09 Jul 2024 20:02 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menciptakan inovasi dalam bentuk alat ukur antropometri bernama MODAS Baby alias Modifikasi Antropometri Safety untuk Bayi.
Produk ini merupakan gabungan tiga alat pengukuran antropometri dalam satu, yang mencakup pengukuran Panjang Badan dan Berat Badan berbasis sensor, serta pengukuran Lingkar Kepala.
Jelika Pamula Hapsari, ketua tim MOBY yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Teknik Elektro, menjelaskan bahwa MODAS Baby hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah ketidaktepatan pengukuran antropometri di Posyandu.
"Banyak kejadian salah ukur antropometri yang dapat menyebabkan diagnosa anak sehat menjadi stunting. Kami ingin menciptakan alat yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga efektif, efisien waktu, dan akurat," ujarnya Jelika dalam rilis yang diterima RRI Purwokerto, Selasa (9/7/2024).
Desainer MODAS Baby Alfan memaparkan bahwa lat ini dibuat dengan berfokus pada keamanan dan ketepatan pengukuran. Alat MODAS Baby memiliki dimensi 100 cm x 50 cm x 20 cm dengan berat sekitar 8 kilogram.
“Alat MODAS Baby dilengkapi dengan dinding tinggi untuk keamanan bayi dan balita selama proses pengukuran di dalam box. Alat ini menggunakan sensor yang dipasang di empat sudut box untuk mengukur berat badan dengan tepat, serta sekat sensor untuk pengukuran panjang badan,” kata Alfan.
Sahrul, anggota tim MOBY yang bertugas merangkai sensor MODAS Baby, menerangkan bahwa alat MODAS Baby menggunakan sensor berbasis baterai yang dilengkapi sistem auto cut.
"MODAS Baby juga telah dilengkapi dengan teknologi baterai yang mirip dengan ponsel, memungkinkan penggunaan hingga tujuh jam dengan pengisian daya hanya dalam waktu dua jam menggunakan charger khusus." tambahnya.
Anggota tim MOBY Yayu juga menambahkan, tim MOBY telah berhasil mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual untuk MODAS Baby. Ia berharap, ke depan, timnya dapat mengembangkan fitur-fitur tambahan seperti rekaman hasil antropometri dan analisis data untuk meningkatkan kebermanfaatan alat ini.
"Kami berharap MODAS Baby dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari solusi dalam menanggulangi masalah stunting di Indonesia. Ke depan, kami juga berambisi untuk mengembangkan produksi alat ini dan berpartisipasi dalam kompetisi Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasisswa Nasional) 2024 di Universitas Airlangga," tutur Yayu.
Sementara itu. Pembimbing tim PKM-K MODAS Baby Ns. Nunik Angelia, S.Kep., M. Kep., menyampaikan kebanggaannya terhadap inovasi ini. Menurutnya, alat tersebut kini sudah dipercaya oleh beberapa kalangan.
"MODAS Baby tidak hanya aman dan akurat, tetapi juga telah mendapat respon positif dari bidan, kader, dan ibu balita yang telah mencobanya. Mereka mengakui keefektifan alat ini dalam proses pengukuran antropometri," kata Nunik Angelia.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, MODAS Baby telah dibuat berdasarkan alat ukur yang telah ditetapkan oleh WHO yaitu Kurva Z Score terkait panjang badan dan berat badan bayi dan balita yang diterapkan di Indonesia.
“Dengan pencapaian ini, Kami terus berkomitmen dalam memajukan inovasi pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya kesehatan anak melalui peningkatan kualitas pengukuran antropometri di Posyandu,” ucapnya memungkasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....