Tanda Awal Gigi Berlubang, Atasi sebelum Makin Parah
- 07 Jul 2024 03:38 WIB
- Palu
KBRN, Palu : Masalah kesehatan gigi dan mulut, khususnya gigi berlubang (cavity), adalah penyakit yang dialami hampir setengah populasi dunia. Dirasakan oleh sekitar 3,58 miliar jiwa, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Itulah kenapa mengetahui tanda-tanda awal gigi mulai berlubang sangat perlu dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi sedini mungkin. Dikutip dari laman IDN Times, berikut tanda awal gigi berlubang yang harus di waspadai sebelum makin parah.
1. Bau mulut atau rasa tidak enak di mulut
Lubang di gigi dimulai dengan ukuran yang kecil, lubang terinfeksi yang berkembang di gigi, membuatnya sempurna untuk tempat sisa makanan dan bakteri berkembang. Saat makanan berkarbohidrat seperti roti, sereal, susu, soda, buah, kue, atau permen tertinggal di gigi, itu bisa menyebabkan pembusukan.
Bakteri di mulut akan mengubahnya menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan air liur akan bergabung untuk membentuk plak yang menempel pada gigi. Asam dalam plak lama-lama merusak enamel dan akhirnya menciptakan lubang di gigi.
Nah, bakteri dapat menyebabkan bau dan rasa tak enak di mulut. Bau mulut juga bisa menjadi tanda peringatan penyakit gusi akibat penumpukan plak pada gigi yang mengiritasi gusi.
Bagi anda mengalami bau mulut atau rasa tak enak di mulut terus-menerus, baiknya temui dokter gigi untuk mencari tahu penyebabnya dan mendapat penanganan tepat.
2. Sering sakit gigi
Sakit gigi atau nyeri gigi yang parah sering kali menandakan gigi berlubang, terutama saat gigi yang rusak berkontak dengan sesuatu. Nyeri sering kali merupakan gejala, dan nyeri bisa dirasakan di gusi di bawah gigi maupun di gigi itu sendiri.
Kadang, Anda bisa merasakan sakit yang tajam dan akut, atau mungkin rasa sakit yang tumpul dan berdenyut. Keduanya bisa merupakan tanda gigi mulai berlubang.
3. Noda gelap atau perubahan warna gigi
Tanda khas gigi berlubang adalah terlihat adanya lubang, tetapi beberapa kasus terlihat seperti bintik-bintik atau noda di permukaan gigi yang terinfeksi. Noda pada gigi mungkin diawali dengan bintik-bintik putih.
Saat kerusakan gigi semakin parah, noda bisa menjadi lebih gelap. Noda yang disebabkan oleh gigi berlubang bisa berwarna cokelat, hitam, atau putih, dan biasanya muncul di permukaan gigi.
4. Sensitif terhadap makanan dan minuman manis
Bakteri yang memakan gula di mulut menyebabkan lapisan lengket yang disebut plak, yang terbentuk di gigi dan di bawah gusi. Kandungan asam pada plak menyebabkan demineralisasi email gigi.
Setelah email terkikis, bakteri dan asam dapat masuk ke gigi, mencapai dentin lunak di dalamnya. Kerusakan gigi menyebabkan gigi berlubang. Gigi berlubang berawal dari lubang pada email gigi. Jika tidak terisi, maka akan menjadi lebih besar dan dalam. Makanan manis, cairan, asam, dan bakteri semuanya bisa masuk ke rongga, menyebabkan rasa sakit yang tiba-tiba dan menyentak.
5. Berdarah saat menggosok gigi
Pendarahan saat menyikat gigi bisa terjadi karena iritasi gusi dari saraf yang rusak. Pendarahan berulang mungkin merupakan tanda adanya gangguan gusi atau gejala dari lubang gigi yang sudah dalam.
Apabila gigi berlubang di garis gusi, makanan bisa tersangkut dan terperangkap di sana dan menyebabkan masalah pada gusi. Bila lubangnya besar, darah bisa berasal dari gigi. (NDL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....