Yuk, Kenali Keunggulan Operasi Total Hip Replacement
- 27 Apr 2024 22:44 WIB
- Denpasar
KBRN, Kuta : Berbagai kemajuan dan kemudahan menjadi buah manis dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan itu merambah ke seluruh sendi kehidupan, termasuk di bidang kesehatan.
Upaya memelihara kesehatan dengan dukungan teknologi canggih saat ini bukan lagi impian. Karena hampir seluruh fasilitas kesehatan kenamaan di Tanah Air, telah diperkuat sejumlah alat kesehatan dengan teknologi terkini.
Salah satunya yang dimiliki ALTY Orthopaedic Hospital. ALTY menawarkan solusi bagi masyarakat yang memiliki permasalahan tulang belakang dan persendian.
Sebagai rumah sakit terkemuka, klinik tulang belakang dan persendian, ALTY menyediakan layanan pembedahan dan non pembedahan. Penanganannya pun didukung fasilitas modern dan lengkap.
Konsultan Ortopedi, Artristis dan Olahraga, Assoc Prof Dr (G) Ruslan Nazaruddin Simanjuntak menjelaskan, beberapa layanan yang ditawarkan ALTY. Salah satunya adalah Total Hip Replacement.
"Total hip replacement adalah operasi penggantian sendi panggul yang mengalami kerusakan dengan prostesis atau sendi buatan. Secara umum, prosedur ini dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan sendi panggul karena penuaan, cedera, kelainan panggul sejak masa kanak-kanak, radang sendi, dan tidak bisa ditangani melalui pengobatan lainnya," jelasnya.
"Operasi penggantian sendi panggul total paling sering dilakukan pada orang tua berusia 60–80 tahun. Prosedur ini tergolong dalam operasi besar, sehingga hanya dianjurkan ketika pengobatan lain, seperti injeksi steroid atau fisioterapi tidak efektif untuk mengatasi gangguan sendi pasien," lanjut Ruslan Simanjuntak.
Ruslan lebih lanjut menyampaikan, operasi Total Hip Replacement dapat menangani berbagai keluhan pasien. Sejumlah kondisi dapat diatasi dengan total hip replacement.
"Pertama, Rheumatoid arthritis (rematik). Peradangan sendi akibat penyakit autoimun. Kondisi ini berdampak terhadap sinovium (cairan pelumas sendi) dan bisa menimbulkan rasa nyeri hebat, pembengkakan, hingga kekakuan pada persendian," jelasnya.
"Selanjutnya, Osteoarthritis (peradangan kronis pada sendi). Kondisi yang terjadi akibat kerusakan kartilago (tulang rawan) atau bantalan sendi dan tulang-tulang di sekitar sendi. Osteoarthritis paling sering dialami oleh orang berusia paruh baya (lansia)," sambungnya.
Ruslan melanjutkan, operasi Total Hip Replacement juga dapat menangani Osteonekrosis. Osteonekrosis adalah erusakan atau kematian dari sel-sel dan jaringan tulang karena tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
Selain itu ada penanganan untuk traumatic arthritis. Traumatic arthritis adalah peradangan sendi akibat benturan dari cedera atau kecelakaan serius pada sendi.
Kondisi ini dapat merusak tulang rawan di bagian pinggul, sehingga memerlukan operasi penggantian sendi panggul.
"Operasi ini juga bisa menangani pasien denga nyeri hebat di persendian yang menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu, kualitas tidur menurun, serta memicu gangguan psikis, misalnya depresi. Dan penanganan kelainan panggul yang sudah terjadi sejak kecil," sebutnya.
Di samping mengatasi beberapa kondisi medis tersebut, dokter biasanya juga mempertimbangkan prosedur ini untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
"Metode ini berguna bagi pasien yang sulit berdiri setelah duduk, kualitas tidur terganggu, nyeri sendi bertambah parah saat berjalan, sekalipun sudah menggunakan alat bantu jalan atau tongkat dan kemampuan naik turun tangga menurun," jelasnya.
Operasi total hip replacement biasanya menjadi pilihan terakhir apabila sejumlah terapi medis lainnya tidak efektif untuk menangani keluhan pasien terkait gangguan sendi.
"Adapun beberapa terapi medis tersebut adalah fisioterapi, pemberian alat bantu jalan, dan pemberian obat-obatan, seperti obat antinyeri, kondroitin sulfat, dan glukosamin," kata Ruslan
Ruslan lebih lanjut mengatakan, operasi ini bisa saja memerlukan persiapan yang banyak, tergantung dari kondisi pasien. Sebelumnya, pasien perlu memberitahu dokter terkait dengan semua gejala dan keluhan terkait sendi panggul, seperti riwayat cedera, rasa nyeri, dan sebagainya.
Operasi total hip replacement disebut bisa memakan waktu selama berjam-jam.
"Sebelum proses operasi, ada urutan prosedur yang akan dilakukan dokter, meliputi pembiusan total oleh dokter spesialis anestesi, membersihkan area operasi dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi, pengangkatan tulang rawan dan sendi yang mengalami kerusakan oleh dokter spesialis bedah tulang serta penggantian sendi panggul dengan sendi baru," sebutnya.
"Setelah operasi berhasil dilakukan, pasien kemudian dipindahkan ke ruang observasi selama beberapa jam. Dalam ruangan ini, tim medis akan memantau tanda-tanda vital pasien, yang meliputi tekanan darah, detak jantung, pernapasan, suhu tubuh, dan tingkat kesadaran," sambung Ruslan
Ia menambahkan, setelah kondisi stabil, selanjutnya pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa untuk menjalani rawat inap selama beberapa hari hingga dokter memberikan izin untuk pulang. Selama rawat inap, pasien juga akan mendapatkan perawatan fisioterapi dan obat-obatan.
Beberapa minggu setelah operasi, pasien akan merasa tidak nyaman dan nyeri akibat penggantian sendi baru, namun hal ini cukup normal. Setelah diperbolehkan pulang, pasien tetap dianjurkan untuk rutin melakukan kontrol ke rumah sakit dan mengikuti anjuran dokter.
"Pasien harus menjaga area dilakukannya operasi atau bekas luka operasi untuk tetap bersih dan kering, serta menutup bekas luka dengan perban untuk mencegah iritasi dan infeksi," ucapnya.
Ruslan mengatakan, kesuksesan operasi ini dapat membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari tanpa kesulitan, seperti berjalan dan naik turun tangga secara normal, serta melakukan olahraga ringan. Meski begitu, pasien akan tetap dibatasi dari aktivitas berat yang dapat membebani sendi.
"Lantas, berapa lama sendi prostesis (buatan) bertahan sebagai pengganti sendi? Umumnya, prostesis dapat bertahan hingga 10–20 tahun, tergantung dari pemakaian dan kondisi kesehatan pasien. Namun, prostesis cenderung bertahan lebih singkat pada pasien dengan kondisi diabetes atau obesitas," jelanya.
Diungkapkan, penggantian pinggul anterior langsung adalah teknik bedah invasif minimal. Pendekatan ini melibatkan sayatan berukuran 3 hingga 4 inci di bagian depan pinggul yang memungkinkan penggantian sendi dengan menggerakkan otot ke samping sepanjang bidang jaringan alaminya, tanpa melepaskan tendon apa pun.
"Pendekatan ini sering kali menghasilkan pemulihan yang lebih cepat, nyeri yang lebih sedikit, dan fungsi yang lebih normal setelah penggantian pinggul. Karena tendon tidak terlepas dari pinggul selama penggantian pinggul anterior langsung, tindakan pencegahan pada pinggul biasanya tidak diperlukan. Hal ini memungkinkan pasien untuk kembali ke aktivitas normal sehari-hari segera setelah operasi dengan risiko dislokasi yang lebih rendah," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....