Mengenal HFMD Sebagai Salah Satu Penyakit Tak Libur Saat Lebaran

  • 10 Apr 2024 18:21 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) atau Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut merupakan penyakit ringan yang sering menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Penyakit ini sangat menular dan biasanya muncul dalam bentuk wabah terutama di tempat penitipan anak atau sekolah.

HFMD disebabkan oleh virus . Ada beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan HFMD, namun yang paling umum adalah virus Coxsackie A16. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti air liur, lendir hidung, cairan lepuh, tinja.

Gejala awal HFMD biasanya berupa demam ringan, sakit tenggorokan, dan kurang nafsu makan. Setelah beberapa hari, akan muncul bercak atau bintik berwarna merah pada telapak tangan dan kaki. Kemudian bercak tersebut akan berubah menjadi lepuh kecil berair. Lepuh ini juga bisa muncul di mulut dan lidah anak, biasanya menyebabkan nyeri pada saat anak makan atau minum.

HFMD biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan sembuh dalam waktu 7-10 hari. Namun, orang tua dapat membantu meringankan gejala anak dengan cara memberikan obat penurun panas seperti paracetamol untuk menurunkan demam, memberikan banyak cairan agar anak tidak kekurangan cairan, memberikan makanan lunak atau dingin untuk mengurangi nyeri di mulut, dan menggunakan obat pereda nyeri topikal pada lepuh di mulut (hanya dengan petunjuk dokter).

Oleh karena itu, kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit hand, foot, and mouth disease (HFMD) selama arus mudik dan balik Lebaran 1445 H/2024 M. Terlebih lagi bahwa penyakit ini memiliki kecepatan penularan yang tinggi meski jarang menyebabkan sakit berat.

Dilansir dari portal kemkes.go.id bahwa hampir 6.500 kasus HFMD hingga pekan ke-13 tahun 2024. Sebagian besar kasus terjadi pada usia anak, dan sebagian lainnya pada orang dewasa. Kasus HFMD terbanyak ada di Pulau Jawa, di antaranya Jawa Barat (2.119), disusul Banten (1.171) DI Yogyakarta (561), dan Jawa Tengah (464).

Untuk itu, masyarakat di manapun berada dihimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan selama perjalanan mudik dengan menerapkan beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi resiko penularan HFMD, yaitu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir terutama setelah mengganti popok, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah bersentuhan dengan anak yang sakit, mengajarkan anak untuk mencuci tangan dengan benar, hindari kontak dekat dengan anak yang sedang sakit HFMD, disinfektan peralatan dan mainan anak secara berkala, juga menerapkan etika saat batuk dan bersin serta istirahat di rumah ketika anak sedang sakit untuk mencegah penularan ke anak lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....