Menkes: Banyak Petugas Pemilu Idap Hipertensi dan Jantung
- 20 Feb 2024 08:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN,
Jakarta: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kebanyakan
petugas penyelenggara Pemilu memiliki komorbid hipertensi. Hipertensi (darah
tinggi) dan penyakit jantung menjadi penyebab utama angka kesakitan dan
kematian petugas penyelenggara.
Data itu diperoleh usai tenaga kesehatan melakukan skrining kesehatan kepada para petugas penyelenggara pemilu di lapangan. Untuk itu dia mengimbau agar petugas penyelenggara pemilu menjaga pola makan dengan mengurangi garam, gula dan lemak.
"Paling tinggi hipertensi, yang kedua jantung. Itu dua yang paling besar," kata Menkes dalam konferensi pers di gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2024).
Menkes berharap, kedepan skrining kesehatan dilakukan diawal sebelum petugas penyelenggara melakukan pendaftaran. Dengan demikian pemerintah bisa menyeleksi siapa yang sehat dan siap untuk menjadi petugas KPPS di lapangan.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan telah melakukan skrining kesehatan kepada para petugas penyelenggara. Namun skrining dilakukan ketika masyarakat sudah terlanjur mendaftar sebagai petugas penyelenggara pemilu, sehingga angka kematian masih muncul.
"Kami ingin melakukan penyempurnaan, itu sebabnya dilakukan skrining kesehatan, sehingga turun tuh 80 persen lebih yang wafat. Tapi ke depannya untuk 2029 kami ingin kalau bisa nol (kasus) yang wafat," ujar Menkes.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjelaskan, jumlah petugas penyelenggara pemilu sebanyak 7,9 juta. Dari jumlah itu, sebanyak 6.825.951 petugas melakukan skrining kesehatan atau sekitar 86,4 persen.
"Dari angka tadi, ada 398.155 petugas yang memiliki penyakit beresiko. Terutama atau 5,83 persen yang di skrining iu beresiko penyakit," ujar Ali, pada kesempatan yang sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....