Cek Kesehatan Gratis 2026 Temukan Hampir 1 Juta Kasus Baru Hipertensi
- 06 Agt 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenkes menemukan sekitar satu juta kasus baru hipertensi melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026.
- Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta yang pada tahun sebelumnya tercatat dalam kondisi sehat.
- Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan temuan tersebut menjadi bukti bahwa pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin setiap tahun, meski seseorang merasa sehat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan sekitar satu juta kasus baru hipertensi melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026. Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta yang pada tahun sebelumnya tercatat dalam kondisi sehat.
Selain itu, Kemenkes mencatat dari 1,3 juta peserta berstatus prehipertensi yang menjalani pemeriksaan ulang, sebanyak 247 ribu orang kini telah mengalami hipertensi. Kondisi serupa juga terjadi pada penyakit diabetes.
Kemenkes mencatat, dari 8,3 juta peserta yang diperiksa kembali, sebanyak 188 ribu orang terdeteksi sebagai kasus baru diabetes. Sementara 16 ribu peserta prediabetes berkembang menjadi diabetes.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan temuan tersebut menjadi bukti bahwa pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin setiap tahun. Meski seseorang merasa sehat.
"Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi," ujar Budi di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurut Budi, sebagian besar penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes, tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan berkala sangat penting untuk mendeteksi penyakit maupun faktor risikonya sebelum berkembang menjadi komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menegaskan bahwa kondisi kesehatan seseorang bersifat dinamis. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun sebelumnya tidak menjamin seseorang tetap bebas dari penyakit pada tahun berikutnya.
"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," kata Endang.
Meski demikian, program CKG juga menunjukkan hasil positif dalam pengendalian penyakit. Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang menjalani pemeriksaan ulang, sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengendalikan tekanan darahnya hingga kembali ke batas normal.
Capaian serupa juga terlihat pada penderita diabetes. Dari 340 ribu peserta yang dipantau kembali, sebanyak 235 ribu orang berhasil mengontrol kadar gula darahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa setiap pelaksanaan CKG diawali dengan anamnesis atau wawancara medis. Hal ini dilakukan untuk menggali keluhan, riwayat penyakit, serta faktor risiko peserta.
"Anamnesis membantu menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan jenis layanan yang sesuai. Dengan begitu, penanganan dapat diberikan lebih tepat sasaran," ujar Dante.
Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia, dr. Iwan Ariawan, menambahkan bahwa keberhasilan program CKG tidak hanya bergantung pada proses pemeriksaan, tetapi juga pada tindak lanjut peserta. Hasil pemeriksaan perlu direspons dengan perubahan gaya hidup, kepatuhan menjalani pengobatan, atau mengikuti rujukan medis sesuai kebutuhan.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Kemenkes mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas Cek Kesehatan Gratis di puskesmas terdekat. Program tersebut juga terus didorong agar menjangkau lebih banyak anak melalui pemeriksaan kesehatan berkala di lingkungan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....