Pakis Merah Bisa Dijadikan Obat Tradisonal

  • 17 Jan 2024 19:55 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Pakis merah yang memiliki nama latin polipodiophyta adalah tumbuhan yang tumbuh di daerah berlumpur atau pesisir pantai yang kandungan airnya berupa air payau. Pakis merah ini akan tumbuh subur jika ditanam jauh dari daerah air asin.

Pakis merah ini mudah dikenal dari model tumbuhannya yaitu dari akar yang berserabut dan dahannya seperti pakis pada umumnya. Namun, tangkai dahan pakis merah yang sudah mulai tua agak keras sehingga tidak mudah patah, daunnya menyirip dan rapi serta memiliki tinggi sekitar 2 sampai 3 meter. Pakis merah ini bisa hidup hingga puluhan tahun, tumbuh secara bergerombol atau berkelompok dan berkembang biak dengan tunas dan sfora.

Bagi masyarakat Suku Tidung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pakis merah disebut piyai. Bagian pakis merah yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Suku Tidung adalah pucuknya yang berwarna merah yang masih membentuk sulur atau yang sudah mekar, namun masih muda. Pakis merah ini juga, biasa dijadikan obat tradisonal seperti mengobati bisul dan penambah nafsu makan bagi orang yang baru sembuh dari sakit agar stamina dan tenaganya cepat kembali pulih, seperti dikatakan Kusnadi, salah seorang masyarakat Tidung.

“Pucuknya yang masih bonggol ditumbuk halus, terus ditempel di atas bisul supaya nanahnya cepat keluar. Bisul tidak jadi bengkak sehingga lebih cepat sembuh", ujar Kusnadi, Rabu (17/01/2024).

Pakis merah masih sering dikonsumsi masyarakat Suku Tidung seperti dijadikan sayur piyai dengan campuran ikan patin dan asam perangat yang dalam bahasa Tidung disebut sayur piyai kanon seradong oncom pelado pakis merah. Makanan ini mudah dijumpai di daerah muara sungai Sembakung seperti Desa Pelaju dan desa Tepian, terdapat pula di daerah Binusan dan Sungai Fatimah, Kecamatan Nunukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....