Hari Jantung Sedunia, Ketahui Kebiasaan yang Memicu Penyakit Jantung

  • 29 Sep 2026 16:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tanggal 29 September 2026 diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan jantung.
  • Merokok adalah salah satu kebiasaan utama yang secara signifikan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner.
  • Kandungan dalam rokok dapat mempengaruhi fungsi jantung dan kesehatan pembuluh darah, terutama jika dilakukan dalam jangka waktu panjang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Selasa, 29 September 2026 merupakan peringatan Hari Jantung Sedunia untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan jantung. Beberapa kebiasaan sehari-hari bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, khususnya jika dilakukan dalam kurun waktu yang lama.

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Kandungan yang ada dalam rokok bisa mempengaruhi kerja jantung serta pembuluh darah.

Kebiasaan merokok juga berhubungan dengan peningkatan risiko terhadap gangguan pembuluh darah serta terbentuknya gumpalan darah. Paparan asap rokok terhadap orang lain juga mampu meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Kebiasaan selanjutnya adalah kurang beraktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Melansir Kementerian Kesehatan, kurang bergerak merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular.

Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi serta bisa membantu mengendalikan berat badan. Kementerian Kesehatan menyarankan aktivitas fisik intensitas sedang yang dilakukan sekitar 30 menit setiap hari.

Pola makan tidak sehat juga menjadi salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh juga berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol dalam darah.

Konsumsi garam secara berlebihan juga harus diperhatikan sebab memiliki kaitan dengan tekanan darah tinggi. WHO menyarankan untuk mengkonsumsi garam kurang dari lima gram per hari bagi orang dewasa.

Kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan instan secara berlebihan juga bisa meningkatkan risiko sejumlah faktor penyakit kardiovaskular. Kondisi tersebut bisa berhubungan dengan hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Konsumsi alkohol secara berlebihan juga termasuk dalam faktor risiko yang bisa diubah pada penyakit jantung koroner. Kementerian Kesehatan mencantumkan konsumsi alkohol berlebih dalam daftar faktor risiko tersebut.

Kebiasaan lain yang harus diperhatikan adalah dengan mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol bisa membantu untuk mengetahui faktor risiko dari penyakit jantung.

Selain kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, terdapat faktor lain yang tidak bisa diubah seperti jenis kelamin, usia, serta riwayat keluarga. Oleh karena itu, pengendalian faktor risiko yang bisa diubah tetap dinilai penting dalam pencegahan.

Mengetahui kebiasaan berisiko bisa menjadi salah satu langkah agar bisa lebih memperhatikan kesehatan jantung sejak dini. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga bisa membantu mengidentifikasi faktor risiko sebelum menjadi masalah yang jauh lebih serius. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....