RSCM Pastikan Pasien Keracunan MBG Tak Alami Gangguan Otak

  • 16 Sep 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • RSCM memastikan melalui pemeriksaan menyeluruh bahwa pasien dari Sumatera Utara tidak mengalami gangguan fungsi otak setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
  • Pemeriksaan pasien mencakup wawancara, penelusuran riwayat perawatan, pemeriksaan fisik, neurologis, dan EEG untuk memverifikasi kondisi fungsi otak.
  • Pasien dinyatakan memiliki fungsi otak yang normal dan dapat kembali beraktivitas serta melanjutkan pemulihan dengan kondisi ceria.

RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan pasien asal Sumatera Utara tidak mengalami gangguan fungsi otak setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan menyeluruh menunjukkan fungsi otak pasien normal sehingga dapat kembali beraktivitas secara ceria dan menjalani pemulihan.

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neurologi Anak Prof Setyo Handryastuti, mengatakan pemeriksaan pasien meliputi wawancara, penelusuran riwayat perawatan, pemeriksaan fisik, neurologis, dan EEG. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fungsi otak pasien setelah dirujuk dan menjalani perawatan di RSCM.

“Insya Allah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali,” ujar Prof Handry saat konferensi pers di RSCM Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

Prof Handry menjelaskan pasien tersebut bersama satu pasien lainnya dirujuk dari Sumatera Utara dan tiba di RSCM pada 12 September 2026. Keduanya tidak datang dalam kondisi yang membutuhkan perawatan intensif dan menjalani perawatan di ruang rawat biasa.

“Pasien pertama juga mendapat evaluasi psikiatri untuk menilai status mental dan fungsi kognitif selama menjalani perawatan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memantau kondisi pasien secara menyeluruh selama proses pemulihan di RSCM,” ucap Prof Handry.

Sementara, Psikiater konsultan anak dan remaja Tjhin Wiguna menyebut kondisi pasien saat ini cukup baik dan emosinya relatif stabil. Meski demikian, pasien masih sesekali mengalami kegelisahan selama menjalani proses pemulihan dan mendapat pendampingan dari tim medis.

“Kondisinya kita lihat saat ini cukup baik, cukup stabil, emosinya cukup stabil meski kadang-kadang ada kegelisahan. Kami berharap semakin hari bisa semakin stabil,” kata Tjhin Wiguna.

Wiguna menegaskan tim medis terus mendampingi pasien selama proses pemulihan, terutama ketika kegelisahan masih muncul. Pendampingan dilakukan untuk memantau kondisi pasien dan memastikan proses pemulihan berlangsung secara optimal.

“Kami terus melakukan pemeriksaan dan pendampingan untuk memastikan kondisi pasien membaik selama proses pemulihan. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh untuk mendukung pasien hingga kondisinya benar-benar stabil,” ucap Wiguna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....