Sering 'Scrolling' HP sebelum Tidur? Ketahui Dampaknya bagi Kesehatan

  • 13 Sep 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cahaya layar ponsel dapat mengganggu jam biologis dan menunda kesiapan tubuh untuk tidur.
  • Penggunaan ponsel malam hari dapat menekan melatonin serta meningkatkan keterjagaan mental.
  • Berkurangnya durasi tidur dapat membatasi waktu pemulihan dan regenerasi tubuh maupun otak.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kebiasaan scrolling ponsel sebelum tidur dapat mengganggu proses istirahat dan memengaruhi fungsi otak. Aktivitas tersebut membuat tubuh lebih sulit memasuki waktu tidur sesuai kebutuhan biologisnya.

Tidur menjadi waktu penting bagi tubuh untuk melakukan pemulihan dan regenerasi berbagai sel. Karena itu, penggunaan ponsel menjelang tidur dapat mengurangi kualitas istirahat apabila dilakukan terus-menerus.

Melansir Halodoc dan sejumlah sumber lainnya, paparan layar malam hari dapat memengaruhi berbagai proses tubuh. Dampaknya berkaitan dengan jam biologis, melatonin, keterjagaan mental, hingga berkurangnya waktu regenerasi otak.

1. Otak Menganggap Hari Belum Berakhir

Cahaya layar, terutama gelombang pendek, dapat memengaruhi sistem sirkadian yang mengatur jam biologis tubuh. Mata kemudian mengirim informasi terang dan gelap kepada bagian otak yang mengendalikan siklus tersebut.

Paparan cahaya pada malam hari dapat menunda fase biologis tubuh untuk mulai beristirahat. Akibatnya, tubuh belum merasa siap tidur meskipun waktu istirahat seharusnya telah tiba.

Penelitian dalam jurnal PNAS menujukkan adanya perbandingan antara kebiasaan membaca buku elektronik bercahaya dengan buku cetak. Kelompok pengguna buku elektronik tercatat lebih lama mengantuk dan mengalami pergeseran waktu sirkadian.

2. Produksi Melatonin Menurun

Melatonin merupakan hormon yang memberi sinyal kepada tubuh bahwa waktunya memasuki fase tidur. Paparan cahaya pada malam hari dapat menekan pelepasan hormon tersebut dari tubuh.

Penggunaan perangkat bercahaya sebelum tidur dapat menurunkan sekresi melatonin dibandingkan membaca buku cetak. Kondisi tersebut kemudian membuat sinyal alami tubuh untuk beristirahat menjadi semakin lambat.

Menurut studi 'Brain Communications' juga ditemukan bahwa penggunaan ponsel tanpa penyaring cahaya biru dapat menekan melatonin. Dampak tersebut ditemukan pada kelompok remaja maupun orang dewasa yang mengikuti penelitian.

3. Otak Tetap dalam Kondisi Terjaga

Penggunaan media sosial pada malam hari dapat meningkatkan keterjagaan mental menjelang waktu tidur. Kondisi tersebut dikenal sebagai cognitive arousal atau meningkatnya aktivitas mental sebelum beristirahat.

Berdasarkan penelitian dalam 'Journal of Adolescence', menemukan penggunaan media sosial malam hari berkaitan dengan kondisi tersebut. Akibatnya, seseorang dapat tidur lebih larut dan membutuhkan waktu lebih panjang untuk benar-benar terlelap.

Konten yang terus berganti membuat perhatian pengguna tetap aktif ketika tubuh sebenarnya membutuhkan istirahat. Kebiasaan tersebut akhirnya mempertahankan aktivitas otak saat seharusnya memasuki kondisi lebih tenang.

4. Waktu Regenerasi Otak Berkurang

Masalah lain muncul ketika scrolling membuat seseorang kehilangan sebagian durasi tidurnya setiap malam. Berkurangnya waktu tidur kemudian memangkas kesempatan tubuh dan otak menjalani proses pemulihan.

Saat tidur, berbagai sel tubuh memperoleh kesempatan melakukan regenerasi yang penting bagi kesehatan. Durasi tidur yang berkurang membuat kesempatan tersebut semakin terbatas apabila kebiasaan berlangsung terus-menerus.

Scrolling ponsel sebelum tidur tidak secara langsung merusak otak seseorang. Namun, kebiasaan tersebut dapat mengurangi waktu tidur hingga memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

Mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur dapat membantu tubuh mempertahankan pola istirahat lebih teratur. Kebiasaan tersebut juga memberi kesempatan otak memasuki fase tidur tanpa terus menerima rangsangan layar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....